Senin, 18 Februari 2013

CATATAN MALAM MINGGU

“eh, kamu kok cantik banget sih? Suka sekali aku. Mmm, jadi naksir berat nih!! Btw, mau nggak kamu jadi pacar aku?” Begitulah kebanyakan ungkapan hati kebanyakan lelaki yang sering kita jumpai di zaman sekarang. Dan sangat jarang sekali seorang lelaki mengungkapkan perasaan hatinya seperti di bawah ini: “aku menyukai pribadimu. Aku jatuh hati padamu. Maukah kau jadi calon makmumku nanti? Jika engkau mau, aku segera menemui kedua orangtuamu.” Hmmm.. andai saja banyak lelaki yang tidak mengajak seorang wanita untuk sekedar menjadikannya sebagai pacar dengan tanpa komitmen yang jelas. Pasti kaum wanita bahagia dan dengan senang hati akan menyambutnya. Karena tiada yang lebih membahagiakan hati seorang wanita selain menyambut kehadiran seorang pasangan hidup, seorang lelaki yang dapat memuliakannya. Karena lelaki yang baik adalah yang benar-benar mau menunjukkan sikap muslimnya yang benar benar tidak ingin menodai kesucian wanita yang dicintainya. Yang benar-benar mau menghargai dan memuliakan kaum wnaita. Yang tak akan menjerumuskan seorang wanita ke dalam jurang kemaksiatan. Akan tetapi, ia akan senantiasa menjaga, membimbing dan menasehatinya untuk tetap berpegang teguh di jalanNYA. Ia tak hanya sekedar mencari kesenangan sesaat. Ia tidak hanya sekedar menuruti hawa nafsu yang ada dalam dirinya. Akan tetapi sebaliknya... ia punya komitmen yang jelas. Ia punya tujua ketika mulai menyukai dan mencintai seorang wanita. Yaitu membangun sebuah rumah tangga sebgai salah satu penyempurna ibadah kepadaNYA. Dan memimpikan sebuah keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang selalu dinaungi ridhaNYA.. Amiiiiinnn..

AKU TIDAK BUTUH  YANG TAMPAN

Aku tak mencari seorang suami yang tampan wajahnya. Atau yang tegap badannya.
Aku juga  tak mencari seorang suami yang kaya harta. Atau yang punya rumah mewah dan mobil banyak.
Aku hanya mencari seorang laki-laki yang benar-benar telah siap menjadi imamku.
Ya, hanya mencari seorang imam.
Yang dapat membimbingku dalam urusan dunia dan akhirat.
Yang dapat menuntunku ke arah yang benar.
Yang bisa mengingatkanku ketika aku lalai dalam melaksanakan dan menjalankan perintahNYA.
Yang bisa menyadarkanku ketika ku berbuat khilaf.
Yang bisa menegurku ketika aku lupa pada tanggung jawab dan kewajibanku sebagai seorang istri yang wajib taat pada suami dan Rabbnya.
Agar keluarga yang aku bina bersama dia menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah.
Itu saja. Sederhana bukan?