Jumat, 15 November 2013

Bila Aku Jatuh Cinta


Ya Allah, jika aku jatuh cinta. Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu.

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta. Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi rasa cintaku pada-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati. Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul izzati, jika aku rindu. Jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan surga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu. Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhir-Mu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu. Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu. Jangan biarkan aku melampaui batas sehingga aku melupakan pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah, Engkau mengetahui bahwa hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu. Telah berjumpa taat pada-Mu. Telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Ya Allah, kukuhkanlah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati ini dengan cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.

Minggu, 20 Oktober 2013

Jejak Wanita #Part 1


Bismillahirrahmaaniraahiim,
“Di balik (kesuksesan) pria yang besar pasti ada (peran) wanita yang besar” . Sebuah pepatah yang begitu terkenal dan diamini banyak orang dan ternyata, hal tersebut bukan hanya retorika belaka.
Wanita..

Sebagai anak, ia membukakan pintu surga bagi ayahnya…

Aisyah radhiallahu ‘anhaa berkata:
دَخَلَتْ امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ  فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ
Seorang ibu bersama dua putrinya menemuiku meminta makanan, akan tetapi ia tidak mendapati sedikit makananpun yang ada padaku kecuali sebutir kurma. Maka akupun memberikan kurma tersebut kepadanya, lalu ia membagi sebutir kurma tersebut untuk kedua putrinya, dan ia tidak makan kurma itu sedikitpun. Setelah itu ibu itu berdiri dan pergi keluar. Lalu masuklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akupun mengabarkannya tentang ini, maka Nabi bersabda :
مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ
“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka”
 (HR Al-Bukhari no 1418 dan Muslim no 2629)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثَةُ بَنَاتٍ فَصَبَرَ عَلَيْهِنَّ وَأَطْعَمَهُنَّ وَسَقَاهُنَّ وَكَسَاهُنَّ مِنْ جِدَتِهِ كُنَّ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan lalu ia bersabar atas mereka, dan memberi makan mereka, memberi minum, serta memberi pakaian kepada mereka dari kecukupannya, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka pada hari kiamat”
 (HR Ibnu Maajah no 3669 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 294)

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi bersabda
مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ
“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau)
 (HR Muslim no 2631)

Dalam riwayat yang lain :
دَخَلْتُ أَنَا وَهُوَ الْجَنَّةَ كَهَاتَيْنِ – وَأَشَارَ بِأُصْبُعَيْهِ
“Aku dan dia di surga seperti dua jari ini” (dan beliau mengisyaratkan dengan dua jari jemari beliau) (HR At-Thirmidzi no : 1914 dan dishahihkan oleh Al-Albani)

Dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ يُؤْوِيْهِنَّ وَيَكْفِيْهِنَّ وَيَرْحَمُهُنَّ فَقَدْ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةَ الْبَتَّةَ . فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ بَعْضِ الْقَوْمِ : وَثِنْتَيْنِ يَا رَسُوْلَ اللهِ ؟ قَالَ : وَثِنْتَيْنِ ] . وَزَادَ فِي رِوَايَةٍ : حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّ إِنْسَانًا ( لَوْ ) قَالَ : وَاحِدَةً ؟ لَقَالَ : وَاحِدَةً
“Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan, ia mengayomi mereka, mencukupi mereka, dan menyayangi mereka maka tentu telah wajib baginya surga”. Maka ada salah seorang dari kaum berkata, “Kalau dua anak perempuan Ya Rasulullah?”. Nabi berkata, “Dua anak perempuan juga”
Dalam riwayat lain ada tambahan, “Sampai-sampai kami menyangka kalau ada orang yang berkata, “Kalau satu anak perempuan?”, maka tentu Nabi akan berkata, “Satu anak perempuan juga”.
 (Dihasankan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1027)

Sebagai istri, ia menyempurnakan separuh Diin suaminya…

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS ar-Ruum: 21)

“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.” (QS An-Nisaa’: 4)

Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
الدُّنْيَا مَتاَعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.”
 (HR. Muslim no. 1467)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ
“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.”
 (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.”)

Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَاناً ذَاكِرًا وَزَوْجَةً مُؤْمِنَةً تُعِيْنُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الآخِرَةِ
“Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.”
 (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.”
 (HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى
“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.”
 (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)

Dari Abu Hurairah r.a., berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.” (HR At-Tirmidzi)

Ada seorang wanita datang kepada Nabi SAW bertanya, “Wahai RasuIullah, sesungguhnya aku adalah delegasi wanita yang diutus kepadamu dan tidak ada satu wanita pun kecuali agar aku keluar untuk menemui engkau.” Kemudian wanita itu mengemukakan permasalahannya dengan mengatakan, “Allah adalah Rabb-nya laki-laki dan wanita dan ilah mereka. Dan engkau adalah utusan Allah untuk laki-laki dan wanita, Allah telah mewajibkan  jihad kepada kaum laki-laki sehingga apabila mereka memperoleh kemenangan akan mendapat pahala, dan apabila mati syahid mereka akan tetap hidup di sisi Rabb-nya dan diberi rizki. Amal perbuatan apakah yang bisa menyamai perbuatan mereka dari ketaatan? Nabi SAW menjawab, “Taat kepada suami dan memenuhi hak-haknya tetapi sedikit dari kaum yang bisa melaksanakannya.” (HR. Tabrani)

Pada pengajarannya yang lain, Rasulullah saw berkata,”Perempuan mana saja yang meninggalkan dunia sementara suaminya meridhainya pasti masuk surga.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Jejak Wanita #Part 2



Sebagai ibu, surga di bawah telapak kakinya…

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
(QS Luqman: 14)

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
(QS Al-Ahqaf: 15)

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS Al-‘Ankabuut: 8)

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
(QS Al-Israa’: 23-24)

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.”
(HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)

Hadits Mu’awiyah bin Jahimah, dimana beliau pernah mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya :
“Ya, Rasulallah. Aku ingin ikut dalam peperangan, tapi sebelumnya Aku minta pendapat Anda”. Rasulullah SAW bertanya,”Apakah kamu masih punya ibu?”. “Punya”, jawabnya. Rasulullah SAW,”Jagalah beliau, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua telapak kakinya”.
(HR. An-Nasai, Ahmad dan Ath-Thabarani — Sanad hadits ini oleh banyak ulama diterima sebagai hadits yang hasan, bahkan Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menyebutnya sebagai hadits shahih.)

Dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
“Arti : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku berta kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah”
(Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9)

“Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya maka ia akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya mahkota yang sinarnya lebih terang daripada sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti, kalaulah sekiranya ada bersama kalian, maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkannya (Al-Qur’an)”
(HR Ahmad, Abu Daud, Al-baihaqi, dan Al-Hakim)

Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua”
(Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152))


Para Wanita Yang Diabadikan Al-Qur’an

Ibunda Musa as. yang diabadikan dalam Surat Al-Qashash: 4-13. Sang pemilik keyakinan teguh atas rahmat Yang Kuasa hingga mengapungkan putranya di aliran Sungai Nil untuk menyelamatkannya dari kekejaman Fir’aun dan atas kuasaNya dipertemukan kembali dengan putranya yang kelak menjadi rasul Alloh.
Istri Imran yang diabadikan Alloh dalam Surat Ali-‘Imraan: 35-36. Istri Imran yang menazarkan anak dalam kandungannya menjadi anak yang shalih dan memohon perlindungan bagi anak dan keturunannya dari setan yang terkutuk.
Maryam, Ibunda Isa as. yang diabadikan dalam Surat Ali-‘Imran: 37-38 serta Surat Maryam: 16-30 tentang pengasuhannya oleh Nabi Zakariya hingga melahirkan Isa yang tidak berayah dan kelak menjadi seorang rasul.
Sarah, istri Nabi Ibrahim as, ibu dari Nabi Ishaq as. dalam Surat Huud: 69-73 tentang para malaikat yang mengabarkan kelahiran Ishaq as. padahal saat itu Nabi Ibrahim dan Sarah sudah berusia lanjut.
Hajar, istri Ibrahim as. ibu dari Nabi Ismail as. dalam Surat Ibrahim: 37 tentang doa Nabi Ibrahim ketika hendak meninggalkan Hajar dan Ismail di padang tandus. Doanya agar mereka mendirikan shalat, mendapat bantuan dari orang-orang dan mendapatkan rizki yang cukup.

Jejak Wanita #Part 3


Karena Kau Begitu Istimewa
Wanita, ketika tidak bekerja di ranah publik, bukanlah karena ketidakmampuannya maupun keterkungkungan, melainkan karena ia sadar bahwa perannya lebih dari sekedar penghasil materi atau pengejar aktualisasi. Ialah yang melahirkan kemanusiaan dan membesarkan generasi pembangun peradaban.
Bersyukurlah wahai wanita, yang mengikhlaskan dirimu menjadi pintu surga…”
Luar biasa bukan, bagaimana Allah SWT dan Rasulullah saw memuliakan wanita? Pun, ini baru perannya dalam ranah domestik. Belum lagi jika kita menilik fakta sejarah dan pendapat para ulama tentang peran-peran wanita yang dimuliakan dalam Islam. Contoh nyata ialah Ibunda ‘Aisyah r.a. sang humairaa kesayangan Rasulullah saw yang menguasai bidang keilmuan (Al-Qur’an, hadits, fiqh, qiyas serta prinsip-psinsip ijtihad) yang bisa disejajarkan dengan ilmu para sahabat. Di samping itu, bidang kedokteran, sejarah, retorika dan sastra pun beliau kuasai. Selain beliau, Ibunda Khadijah r.a., kekasih pertama Rasulullah saw yang bisa diteladani dalam bidang perniagaan sebagai seorang international business woman yang merelakan segenap harta dan jiwanya demi membela keyakinannya akan diinulloh. Ada pun Ummu Ammarah, Nusaibah binti Ka’ab r.a yang turut angkat sejata dan memberikan air minum kepada tentara Islam dalam Perang Uhud dan Yamamah, yang mendapat sayatan pedang karena menjadikan raganya sebagai tameng Rasulullah dari musuh yang hendak membunuh beliau atau Asma’ binti Abu Bakar yang mengantarkan perbekalan untuk ayahnya dan Rasululloh saw di kala mengandung. Bekal ini diantarkannya berjalan kaki ke Gua Tsur yang letaknya di atas gunung setiap sore. Ia mengenakan dua ikat pinggang. Yang satu untuk membopong bekal dan yang lain untuk menahan perutnya agar tak keguguran. Tak heranlah jika Rasululloh bersabda, “Sesungguhnya ia telah memiliki dua ikat pinggang di surga”. Sungguh besar kekuatan yang Allah anugerahkan kepada makhluk bernama wanita ini.
Sungguh indah jika kita benar-benar memahami fitrah kita sebagai wanita. Wanita, ketika memilih perannya di ranah domestik maupun ranah publik (sosial kemasyarakatan, privat maupun pemangku wewenang) berlandaskan niat yang lurus sebagai hambaNya, kesadaran yang matang akan kondisi diri maupun sekitarnya, kompetensi yang mumpuni dalam bidangnya, serta prioritas amal yang dipilih dengan bijaksana. InshaAllah kita akan menjadi sebaik-baik perhiasan… InshaAllah para bidadari surga pun akan cemburu padamu… Wallahua’lam bish shawab.

Jejak Wanita #Part 4


Sumber Inspirasi

- Al-Qur’an Terjemahan.
- ‘Aisyah radhiyallohu anha: The Greatest Woman in Islam karya Sulaiman an-Nadawi tahun

   2007 diterbitkan oleh Qisthi Press.
- Fikih Politik Kaum Perempuan, Pedoman Peran Sosial Politik Muslimah Tinjauan Sirah
  Shahabiyah karya - Cahyadi Takariawan tahun 2002 diterbitkan oleh Tiga Lentera Utama.
- Masyarakat Berbasis Syariat Islam: Hukum, Perekonomian, Perempuan karya Dr. Yusuf

  Qardhawi tahun 2003 diterbitkan oleh Era Intermedia.
- Perempuan Istimewa Teladan Di Medan Dakwah karya Muhammad Husain Isa tahun 2010

  diterbitkan oleh Tarbawi Press.
- Petunjuk Jalan karya Sayyid Quthb tahun 2001 diterbitkan oleh Gema Insani Press.
- The Great Power of Mother, Inspirasi Dahsyat Dunia Akhirat karya Solikhin Abu Izzuddin &

  Dewi Astuti tahun 2007 diterbitkan oleh Pro-U Media.

http://firanda.com/index.php/artikel/keluarga/248-keutamaan-anak-perempuan

http://rumahfahima.org/en/artikel/percikan-iman/208-melacak-karakter-istri-sholihah-dalam-al-quran.html

http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/06/03/mendambakan-wanita-sholehah/

http://s463na.blogspot.com/2008/05/wanita-sebagai-istri.html

http://wagenugraha.wordpress.com/2008/10/29/mencontoh-rasulullah-saw-menjadi-suami-teladan/

http://blog.re.or.id/keutamaan-berbakti-kepada-kedua-orang-tua-dan-pahalanya.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu

Kamis, 26 September 2013

9 Keutamaan Hari Jum'at Dalam Islam

1. Hari Terbaik
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabada: "Hari terbaik dimana pada hari itu matahari terbit adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan surga serta dikeluarkan darinya. Dan kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum'at

2.
Terdapat Waktu Mustajab untuk Berdo'a.
Abu Hurairah berkata Rasulullah bersabda: " Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (H. Muttafaqun Alaih)

Ibnu Qayyim Al Jauziah - setelah menjabarkan perbedaan pendapat tentang kapan waktu itu - mengatakan: "Diantara sekian banyak pendapat ada dua yang paling kuat, sebagaimana ditunjukkan dalam banyak hadits yang sahih, pertama saat duduknya khatib sampai selesainya shalat. Kedua, sesudah Ashar, dan ini adalah pendapat yang terkuat dari dua pendapat tadi (Zadul Ma'ad Jilid I/389-390).

3.
Sedekah pada hari itu lebih utama dibanding sedekah pada hari-hari lainnya.
Ibnu Qayyim berkata: "Sedekah pada hari itu dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih)

4.
Hari tatkala Allah menampakkan diri kepada hamba-Nya yang beriman di Surga.
Sahabat Anas bin Malik dalam mengomentari ayat: "Dan Kami memiliki pertambahannya" (QS.50:35) mengatakan: "Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jum'at".

5.
Hari besar yang berulang setiap pekan.
Ibnu Abbas berkata : Rasulullah SAW bersabda:
"Hari ini adalah hari besar yang Allah tetapkan bagi ummat Islam, maka siapa yang hendak menghadiri shalat Jum'at hendaklah mandi terlebih dahulu." (HR. Ibnu Majah)

6.
Hari dihapuskannya dosa-dosa
Salman Al Farisi berkata : Rasulullah y bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari).

7.
Orang yang berjalan untuk shalat Jum'at akan mendapat pahala untuk tiap langkahnya, setara dengan pahala ibadah satu tahun shalat dan puasa.

Aus bin Aus berkata: Rasulullah bersabda: "Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah).

8.
Wafat pada malam hari Jum'at atau siangnya adalah tanda husnul khatimah, yaitu dibebaskan dari fitnah (azab) kubur.

Diriwayatkan oleh Ibnu Amru , bahwa Rasulullah bersabda:"Setiap muslim yang mati pada siang hari Jum'at atau malamnya, niscaya Allah akan menyelamatkannya dari fitnah kubur". (HR. Ahmad dan Tirmizi, dinilai shahih oleh Al-Bani).

9.
Hari paling utama di dunia
Ada beberapa peristiwa yang terjadi pada hari jum’at ini, antara lain:

  • Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissallam dan mewafatkannya.
  • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam dimasukkan ke dalam surga.
  • Hari Nabi Adam ‘alaihissallam diturunkan dari surga menuju bumi.
  • Hari akan terjadinya kiamat.
  • Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintannya.” (HR. Muslim)

Jumat, 20 September 2013

7 Bacaan Pembuka Pintu Rezeki



1.          Memperbanyak membaca “La Hawla Wala Quwwata illa Billah”.
Barangsiapa yang lambat datang rezekinya handaklah benyak mengucapkan “La Hawla Wala Quwwata illa Billah” (HR. At Tabrani)

2.           Membaca “La Illaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin”.
Barangsiapa setiap hari membaca La Illaha Illallahul Malikul Haqqul Mubin maka bacaan itu akan menjadi kemanan dan kefakiran dan menjadi penentram dari rasa takut dalam kubur (HR. Abu Nu’aim dan Ad Dailami).

3.           Melanggengkan Ber-Istighfar, “Barangsiapa melanggengkan beristighfar niscaya Allah akan mengeluarkan dia dari segala kesusahan dan memberikan rezeki dari arah yang tidak diduga-duga” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah).

4.           Membaca surat Al-Ikhlas “Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas ketika masuk rumah maka berkah bacaan menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangganya” (HR. At Tabrani).

5.           Membaca surat Al-Waqiah “Barangsiapa membaca surat Al-Waqiah setiap malam, maka tidak akan ditimpa kesempitan hidup” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’ab Allman).

6.           Memperbanyak shalawat atas Nabi “Ubay Bin Ka’ab meriwayatkan, bila telah berlalu sepertiga malam, Rasulullah Salallahu’alaih iwassalam berdiri seraya bersabda : “Wahai manusia berdzikirlah mengingat Allah, berdzikirlah mengingat Allah. Akan datang tiupan (sangkakala kiamat) pertama, kemudian diiringi tiupan kedua. Akan datang kematian dan segala kesulitan didalamnya”.

7.           Membaca “Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adziim.. dari setiap kalimat itu seorang malaikat yang bertasbih kepada Allah Ta’ala sampai hari kiamat yang pahala tasbihnya itu diberikan untukmu” (HR. Al-Mustagfiri dalam Ad-Da’wat).

13 Manfaat Membaca Al-Qur’an


Bismillahir-Rahmaanir-Rahiim


-          Ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya.
-          Ketika membaca Al-Qur’an, Allah akan menegur diri kita pada setiap ayat-ayat-Nya.
-          Bacaan Al-Qu’an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan, seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah.
-          Orang yang membaca Al-Qur’an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya.
-          Orang yang membaca Al-Qur’an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia.
-          Ayat-ayat Allah akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia, karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya.
-          Orang yang paham Al-Qur’an adalah orang yang memiliki banyak ilmu.
-          Orang yang membaca Al-Qur’an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan, dan mengambil manfaat darinya.
-          Orang yang selalu akrab dengan ayat Al-Qur’an akan diberikan jiwa yang sejuk, hati yang damai, dan fikiran yang jernih, sehingga membuatnya ingin selalu beramal, kreatif, inovatif, dan produktif.
-          Orang yang membaca Al-Qur’an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan, disaat orang lain merasakan kesedihan, kecemasan, dan rasa pesimis. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayat-Nya yang lembut.
-          Orang yang rajin membaca Al-Qur’an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika ia tersandung dosa dan maksiat.
-          Orang yang membaca dan menjaga Al-Qur’an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah.
-          Ayat-ayat Al-Qur’an mengajak pembacanya untuk senantiasa berfikir, merenung, dan beramal sebanyak-banyaknya.


Minggu, 15 September 2013

Wanita Berjilbab Tidak Gaul !!


Wanita berjilbab memang tidak gaul, karena kami tidak mau tubuh indah kami digauli oleh mata seorang lelaki yang tak bisa menjaga pandangannya.

Duhai akhi..
Wanita berjilbab syar’i, memang kayak ibu-ibu. Karena kami memang calon ibu yang melahirkan Mujahid dan Mujahidah.

Duhai akhi..
Wanita berjilbab syar’i, memang seperti orangtua. Karena kami sadar kelak akan menjadi tua dan akan menjadi guru madrasah bagi anak-anak kami untuk menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia.

Duhai akhi..
Wanita berjilbab syar’i memang tidak gaul seperti wanita yang mengumbar aurat tanpa beban karena kami wanita berjilbab syar’i sadar bahwa fitnah terbesar setelah kepergian rasulullah adalah kaum kami (wanita).

Sepuluh Sifat Wanita Tercantik Di Dunia


Seorang wanita yang menghafal Al-Qur’an dan melaksanakan hukum-hukum yang ada di dalamnya.
                                        
Seorang wanita yang menjadikan wanita-wanita sahabat Nabi sebagai suri tauladan dalam kehidupannya.

Seorang wanita yang tidak menoleh kepada seruan apa saja yang dari sana-sini, yang mengajaknya untuk meninggalkan kehormatan, kesucian, dan rasa malunya.

Seorang wanita yang menunaikan kewajibannya dalam berbagai sisi kehidupan.

Seorang wanita yang taat kepada suaminya dalam perkara yang ma’ruf dan menjadi teman dalam kebaikan.

Seorang wanita yang menahan diri dari kenikmatan tidur untuk berdiri di hadapan Rabb-nya, menegakan sholat dan memohon pahala dan ganjaran di hadapan-Nya.

Seorang wanita yang menunaikan puasa sunnah, mengharap keridhoan, cinta dan keberkahan dari Rabb-Nya.

Seorang wanita yang menjaga lisannya dan tidak merendahkan kehormatan orang lain.

Seorang wanita yang tidak melihat kepada apa yang Allah Ta’ala Haramkan.

Seorang wanita yang mengedepankan suami, anak-anak, harta serta jiwanya di jalan Allah Ta’ala dan dalam rangka pembelaan terhadap agamanya.

Semoga Allah SWT memberikan keberkahan kepada wanita muslimah dimanapun ia berada, amiin..

(Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nurhuda M.A.)


UNTUK JODOHKU


Bismillahirrahmanirrahiim..

Jodohku, tahukah kamu bahwa aku ingin menjadi yang teristimewa bagimu ?
Kelak kamulah yang menghuni sisi terbaik hatiku.
Kamulah yang kelak akan menjadi darahku yang mengalir deras di nadi-nadiku..

Jodohku, sebelum kita dipertemukan.
Izinkanlah aku untuk selalu menundukan pandanganku padamu dan untuk menjaga kehormatanmu.
Karena kelak hanya kamulah yang berhak menjalin simpul kasih di bilik-bilik jantungku..

Jodohku, bantulah diriku untuk sucikan fikiran..
Aturlah diri ini untuk menjernihkan hati..

Ya Rabbi.. maha penentu segala sesuatu, ulurkanlah padaku sebuah rengkuh, yang melindungi hati, yang menyejukan jiwa, dan mengharumkan setiap inci jiwa dan ragaku.

Amiin Ya Rabbal ‘Alamin~

Jumat, 13 September 2013

Jurnal Kamis 2013-09-12


Menurut saya kamis adalah hari yang paling menyenangkan selama perkuliahan di smester 1 ini. Soalnya Cuma ada 2 pelajaran dengan guru yang sangat easy going dan ‘berkarakter’ banget. Contohnya pelajaran pertama pukul 09.50 – 11.20 WIB yaitu KWN (Kewarganegaraan) oleh Bapak Marimin yang kalo nyampein mata kuliah ini pasti diselingin juga sama cerita-cerita pengalaman hidupnya. Yang terkadang membuat kita terinspirasi banget. Pernah di minggu ketiga lalu beliau cerita tentang teman-temannya semasa SMA yang masih solid banget sampai sekarang. Kisah tentang bakatnya menjadi dalang. Kisah tentang keluarganya. Masih banyak lagi sepertinya cerita dan kisah-kisah hidup inspiratifnya yang ngga akan pernah habis buat dibagikan sama kita semua. Dan masih banyak hal banget yang beliau ceritain sama kelas SIP 1 pada waktu itu. Dengar kisah hidup dia yang kadang lucu, dan “waaaaw” banget itu kadang membuat saya berfikir juga kalo orang lain bisa, saya harus bisa.
Selain KWN, pelajaran di hari ini adalah BAI (Bahasa Indonesia) oleh Bapak Daeng. Kalo menurut saya beliau orangnya berkarakter. Soalny punya ciri khas sendiri disetiap pertemuannya dengan kami ataupun mahasiswa lain. Ciri khasnya adalah setiap awal topik pembahasan beliau pasti akan mengucapkan ‘saudaraku sekalian’ yang mana ucapan beliau itu tidak hanya diucapkannya sekali saja, namun disetiap pertemuan pada mata kuliahnya. Itulah yang membuat orang mudah dikenal dan diingat dengan karakternya masing-masing. Pelajarannya pun terkesan menyenangkan karena dalam mata kuliah ini kita hanya belajar tentang “kumpulan huruf dan angka”.
Hari ini sih ngga ada yang berkesan, Cuma pas pelajaran KWN Pak Marimin nunjukin foto ke SIP 1 tentang sosok penampakan something dibelakangnya. Uuuh, sedikit gimana gitu pas ngeliat. Ditambah lagi beliau cerita tentang sesuatu yang berbau mistis, jadilah pagi ini kami belajar Wisata Mistis. Hehehehe...
See you at next journal~

Senin, 26 Agustus 2013

Sepercik Semangat


“Dinda.. Dinda.. bangun !”
“......”
“Din, ayo bangun. Pak Jaya udah nungguin kamu tuh daritadi. Buruan mandi.”
“Iya, Ma..”
Sambil menguap Dinda langsung menyambar handuknya lalu menutup pintu kamar mandi dengan keras. Tak sampai 5 menit, Dinda pun selesai dan segera memakai seragam sekolahnya. Dengan terburu-buru juga Dinda langsung turun keruang makan dan menyambar sepotong roti coklat buatan mama dan memakannya tanpa sisa. Setelah itu, Dinda langsung berpamitan kepada mama dan papanya. Secepat kilat, Dinda menuju ketempat pak Jaya menunggu. Pak jaya adalah tukang becak langganan mamanya Dinda yang kini kira-kira berumur 50 tahunan. Setiap hari Pak Jaya mengantar-jemput Dinda beserta kedua temannya Meli dan Nisa. Sudah lebih dari 30 menit Pak Jaya menunggu Dinda dengan sabar.
“Bapak, maaf telat. Ayo pak kita jemput Meli dan Nisa.” Buru Dinda.
“Iya, neng.”
Sambil menggowes becaknya, Pak Jaya menebar senyum kecil tatkala ia teringat dengan perilaku Dinda. Ia selalu memaklumi Dinda yang hobinya bangun siang, kebanyakan jajan, dan kebanyakan nanya. Namanya juga anak kecil, masih umur 4 tahun. Karena hobby dinda memang bangun siang, maka dari itu Pak Jaya sering datang lebih pagi dari jam bangun Dinda. Walau jam masuk sekolah pukul 07.30, tetapi Pak Jaya menyempatkan datang pukul 06.00. pekerjaan Pak Jaya memang tidaklah mudah, selain ia harus antar-jemput Dinda, dia juga harus menyusul Meli dan Nisa di tempat yang berlainan. Jarak rumah mereka satu sama lain pun lumayan jauh. Dari pekerjaan ini, Pak Jaya selalu bersyukur karena masih mendapatkan selembar uang 25 ribu rupiah dari orangtua setiap anak. Kadang juga di hari raya Pak Jaya sering mendapatkan bonus dari orangtua anak-anak itu. Demi menghidupi 2 orang anaknya, Pak Jaya rela mengorbankan masa tuanya dengan menggowes becak.
Setelah menjemput Meli dirumahnya, kami langsung menuju kerumah Nisa. Rumah Nisa memang tidak jauh dari TK Islam Al-Muzzammil sekolah kami, namun orangtua Nisa lebih memilih jasa tukang becak daripada mengantar Nisa jalan kaki setiap hari.
Sepanjang perjalanan memang tidak jarang kami bercerita apapun yang kami mau, dan tak jarang pula Pak Jaya ikut didalamnya.
“Din, Nis, kayaknya minggu depan aku mau pindah sekolah deh”.
“Kenapa Mel ?”. Tanya Nisa sedih.
“Aku mau ikut papaku tugas keluar daerah”.
“Yaaah, kita berarti tinggal berdua dong”. Jawabku.
“Maaf ya, kapan-kapan aku dateng kita main bareng lagi deh. Oiya, 2 hari lagi kan ulang tahun aku, kalian dateng ya ! jangan lupa”. Seru Meli dengan riang.
“Oke, jangan lupa makanannya yang buanyaaak banget ya”. Jawabku dan Nisa hampir berbarengan.
“Bapak jangan lupa di undang ya Neng Meli”. Timpa Pak Jaya usil.
“Rebes Bos !!”. sambil mengacungkan kedua jempolnya ke udara.
            Disaat jam istirahat. Kira-kira pukul 10.00 WIB. Meli mulai membagikan surat undangan ulang tahunnya yang ke-5 kepada teman-teman sekolah kami beserta guru-guru. Hampir 100 undangan lebih telah Meli bagikan, termasuk juga padaku dan Nisa. Memang tidak aneh kalau dia mengundang orang banyak. Dia kan anak seorang pengusaha. Ayah dan ibunya memiliki usaha masing-masing yang sangat berkembang pesat. Tapi dia tetap tidak memilih-milih teman dalam bergaul.
            Minggu, 21 Februari 1999. Halaman belakang rumah Meli yang cukup hijau dan luas hampir penuh karena tamu undangan yang sebagian besar didampingi orang tua mereka beserta guru-guru sekolahku dan juga saudara-saudara Meli yang tidak akan ketinggalan. Ini adalah pesta yang hebat. Makanannya hebat. Acaranya hebat. Tamunya pun hebat. Dan tak ketinggalan, si Putri yang berulang tahun pun kelihatan sangat hebat dibalik gaun merah muda itu. Tetapi ini hari terakhirku bertemu Meli.
Aku dan Nisa didampingi mama kami masing-masing. Setelah berpamitan kepada mama-mama kami, aku dan Nisa berlari sambil membawa kado dan berlari ke arah Meli.
“Meliiiii, selamat ulang tahun”. Teriak kami berdua dari kejauhan.
“Hai, makasih yaa”. Meli balas berlari mengahampiri kami.
“Ini dari Aku dan Nisa”. Sambil menyerahkan kado.
“Terima kasih ya. Ayo kita kesana, banyak makanan loh”.
“Asyiiiik, ayo !”.
Dan pesta itu berakhir pukul 4 sore. Yang tersisa disana hanya tinggal kami bertiga yang masih asik berlari-larian. Tapi, karena sudah terlalu sore mama mulai membawa kami pulang. Tinggalah Meli sendiri, terpaku didepan gerbang rumahnya yang besar sambil menatap punggung kami sampai menjauh. Pergi.
            Itulah saat terakhirku bertemu dengannya. Walau sekarang tinggal aku dan Nisa di becak ini, tapi kita tetap seceria dulu. Seperti saat masih ada Meli. Dan, 1 bulan setelah kepindahan Meli keluar daerah, Nisa menyusul. Ia juga ikut pindah kesekolah yang tidak terlalu jauh dari rumahnya dan sekolah lamanya ini. Sekarang, tinggal aku sendiri. Bersama Pak Jaya tentunya. Kini baru kurasa ternyata, setiap harinya mulai terasa berbeda.
            Rutinitas Dinda yang selalu bangun kesiangan memang tidak akan pernah berubah. Yang selalu membuat Pak Jaya tersenyum oleh perilaku Dinda yang satu itu. Namun kepindahan Meli dan Nisa lah yang membuat hari-hari Dinda mulai berubah. tak ada lagi canda tawa dan cerita-cerita dalam becak milik Pak Jaya. Yang tersisa hanyalah sebuah becak kosong tempat kenangan kita tersimpan sampai saat ini. Dan disaat kenaikan ke TK besar aku juga menyusul mereka. Aku pindah ke tempat dimana Nisa sekolah sekarang. Namun, sekarang sudah tak sama lagi. Semua berubah sangat drastis setelah Pak Jaya pensiun sebagai pengantar-jemput.
            Aku tak tau apa yang terjadi setelah ini dengan Meli. Hanya kabar terakhir yang kudengar dari Pak Jaya adalah bahwa ia sudah tak menarik becak lagi karena ia sering sakit-sakitan. Aku sangat prihatin mendegarnya. Setelah lulus dan masuk ke SD aku dan Nisa memasuki sekolah yang sama lagi. Dan selama 6 tahun kami juga tak pernah mendapat kabar dari mereka. kami juga sudah tidak pernah lagi mengunjungi rumah Pak Jaya.
Setelah lulus dari SD itu, aku melanjutkan ke SMP negeri dan Nisa pun begitu. Namun kami tidak satu sekolah kali ini. Sekolah kami malah saling bertolak belakang. Waktu-waktu itu kulewati tanpa mengingat secuilpun kenangan tentang mereka, termasuk Nisa. Mungkin karena faktor pelajaran yang semakin tahun semakin sulit dan menumpuk. Apalagi sekarang adalah musim kelulusan.
LULUS. Sebuah kata yang kubaca didalam kertas yang dibagikan sore ini. Setelah melewati masa-masa menegangkan dan menguras otak, ini adalah awal dari setiap babak baru yang harus kulalui dan ku perjuangkan. Kini, Dinda yang kecil dan cerewet tanpa disadari kini telah berubah menjadi Dinda dewasa berumur 17 tahun yang sedikit tertutup. Setelah lama waktu yang Dinda jalani, seketika ia mengingat kembali saat-saat itu. Tanpa disadari Dinda tersenyum kecil dan matanya mulai berkaca-kaca. Ia rindu. Ya, dia sangat rindu.
Setelah 12 tahun berlalu. Tidak pernah dia mendengar kabar dari Meli dan Nisa sampai saat ini. Entah mereka dimana dan sekarang bersekolah dimanapun dia tidak tau. Nah, tentu saja yang tidak akan pernah dia lupakan. Pak Jaya. Dinda rindu sekali padanya. Ia adalah sebagian orang yang sangat berjasa dalam hidup Dinda. Yang pernah menulis cerita akan dirinya didalam hati Dinda, yang takkan pernah mungkin dilupa. Nisa dan Meli pun begitu. Bahkan cerita pertemuan dan perpisahan mereka adalah salah satu sejarah hidup Dinda yang terindah.
Dan itu karena setitik noda yang kalian torehkan dihidupku. Noda yang akan selalu menyimpan kenangan kita selamanya. Dan tentu saja itu karena.. kalian.

Kamis, 21 Maret 2013

Jurnal 9 Maret 2013



Jam 4 pagi tiba-tiba perut sakitnya naudzubillah. Karena sakitnya banget banget banget dan ngga tau kenapa akhirnya sempet buat saya kebangun sebentar.
Ngerasa dapet mimpi yang aneh saya kebangunmasih dengan perut yang sakit. Dan ternyata uwo (panggilan nenek dalam bahasa Padang) ngetuk pintu kamar saya dan minta tolong karena dia jatuh. Karena perut ngga bisa diajak kompromi karenanya saya ngga bisa bangun, akhirnya saya suruh kakak saya buat bantuin uwo. Udah sedikit lega karena saya kira uwo udah tidur saya pun langsung mandi dan siap-siap buat berangkat sekolah.
Setelah siap-siap langsunglah saya liat keadaan uwo. Saya sempet kaget karena saya baru sadar kalo yang saya liat itu adalah bercak darah tersebar sepanjang jalan dari kamar mandi ke kamar uwo. Saya denga cepat langsung menanyakan keadaannya, dan ternyata bagian belakang kepalnya berdarah banyak dan bercucuran. Terlihat sedikit menganga disana. Cepet-cepet saya langsung telpon kerumah tapi ngga diangkat karena mungkin msaih jam 5 pagi. Karena ngga sabar langsunglah saya suruh kakak saya buat telpon ke handphone mama saya yang suaranya lebih ngebass daripada telpon rumah.
Untungnya uwo masih sadar dan bisa diajak bicara. Saya tanya sedikit tentang apa yang dia rasa. Katanya Cuma pusing dan sakit dibelakang kepala. Saya ngga tega bilang keadaan kepalnya sebenernya. Jadi saya Cuma bilang luka sedikit.
Mama, papa, dan adikku yang kecil datang tergesa-gesa dan langsung berangkat ke RS dengan sigap. Sayangnya, saya ngga bisa ikut soalnya ada penambahan materi disekolah. Dan pelajarannya penting-penting semua (kimia & biologi).
Disekolah saya coba buat ngga khawatir dan sedih. terus tertawa dan tersenyum mungkin bisa sedikit membantu buat ngurangin rasa kekhawatiran. Tapi akhir-akhirnya pas tiba waktunya pulang rasanya pingin cepet-cepet liat keadaan uwo. Tapi hari ini ada latihan menari yang deadline hari rabu. Sehabis nyimpen peralatan buat ujian praktek kimia senin besok,saya langsung nanya sama teman-teman saya jadi latihan atau ngga. Kayaknya mereka mengerti apa yang sedang saya rasain, mereka langsung mengizinkan saya pulang dan ngga ikut latihan hari ini. makasih ya buat Ima, Fatimah, Anis, Aliifah, dan Indah. You’re the best I ever had.. \(~-~)/
Maaf ya hari sabtu ngga bisa ikut latihan. Saya ngerasa ngga enak sama kalian. Kalo kalian baca ini maaf saya kebanyakan izin. Tapi saya tetep berlatih terus kok. Dan satu lagi maaf ya kalau beberapa minggu ini ngga bisa nyediain tempat buat kita latihan soalnya dirumah saya maupun dirumah uwo lagi sibuk-sibuknya sip-sipan buat jagain uwo.
Pas pulang sekolah keluarga saya udah semua dirumah. Setelah cerita panjang lebar ; katanya tadi pagi sempet dibawa ke RSIA deket rumah tapi peralatan disana ngga memadai. Karena satu-satunya tempat terlengkap dan hitung-hitung lumayan jaraknya dari rumah, akhirnya dibawalah ke RS Haji. Kata mama saya ada mas-mas perawat (saya ngga tau nama panggilan buat perawat laki-laki) sempet bilang “saya ngga tega liat kepala neneknya”. Emang bener sih kalo liat langsung mah aduh lah. dan akhirnya uwo harus mendapatkan 5 jahitan di belakang kepalanya.
Setelah ini selama beberapa minggu kita harus stay buat jagain uwo. Dan tentunya itu sip-sipan sama tante saya yang tinggal deket rumah.
Begitulah kronologi cerita hari ini.
Mungkin sisanya dilanjut besok. Insyaallah.
Doakan  semoga sembuh seperti sediakal ya akhi dan ukhti. Makasih....

Jurnal 08 Maret 2013



Udah memasuki hari H ujian praktek biologi. Rasa hati sedikit santai karena udah sangat memahami tentang materi-materi yang akan diujikan hari ini. emang sih rasa gugupnya itu cuma karena masih penasaran aja bakal dapet undian tentang materi apa nantinya. Walau udah paham ketiga materi yang akan di ujikan nanti di lab ipa, tapi takutnya itu malah blank nanti pas udah di ruangan panasnya (mirip-mirip kursi panas yang di kuis itu loh).
Dari ketiga materi, saya banyak-banyak berdo’a supaya dapet uji makanan. Banyak sih emang langkah-langkahnya dan zat yang harus di uji (Amilum, glukosa, protein, lemak dalam makanan). Tapi menurut saya itu adalah tantangan tersendiri ketika kita harus konsentrasi penuh, sigap, dan gesit melakukan penelitian dalam waktu 1 jam. Soalnya kalo materi lain kayak uji urine itu yang diuji Cuma sedikit. Dan pastinya hampir semua pasti bisa. Apalagi saat kita harus manguji kadar pH, itu Cuma harus nguasain kertas indikator aja. Dan itupun semuanya yakin dan pasti bisa. Dan juga kalo kedapetan enzim katalase yang pengujiannyya itu pake hati ayam segar dan kentang. Itu emang sih keliatan susah pas perebusan hati ayam. Karena masih simpang siur antara ; kita harus merebus hati ayam segarnya sendiri sebelum ditetesi larutan peroksida (H2O2) langsung didalam gelas reaksi atau kita merebusna setelah dicampur peroksida di dalam tabung reaksi baru dimasukkan ke gelas reaksi sambil direbus. Hal itu yang membingungkan. Karena dalam 1 kelas saya ada melakukan keduanya. Dan saya pun baru tahu kalo dua-duanya benar. Cuma sudut pandang mereka bebas mau melakukan yang mana terlebih dahulu.
Kertas undian dibuka, dan.. uji makanan siap dihadapi (Alhamdulillah do’a saya terkabul). Start awal mulai menulis judul dan tujuan penelitian. Alat dan bahan serta langkah-langkah penelitian ngga lupa ditulis di kertas berstempel sekolah. Tabel pengamatan selesai. Pengujian dimulai. Berkutat dengan 12 tabung reaksi (lebih banyak dibanding uji lainnya), 4 macam larutan makanan, 3 larutan penguji (Benedict, biuret, lugol). Sedikit panik sampe-sampe 2 kali ngga sengaja ngedorong meja larutan makanan. Sangat berharap banget tentunya supaya ngga dikurangin nilainya. Karena penilaian yang sangat detail. Pembakaran larutan makanan yang ditetesi 10 reagen benedict untuk mengecek ada/tidaknya glukosa dalam makanan berjalan lancar. Walau sedikit panik pas berkali-kali salah saat ngisi tabel hasil pengamatan. Tapi tetep tenang walau waktu bener-bener mepet. Akhirnya selesai tepat waktu.
Suasana sekoalh udah sepi soalnya saya dapet kloter 4 jam 11.30 WIB, dan sekoalh hari Jum’at udah bubar jam 11.15. tersisa 5 orang dari kloter terakhir (kloter 5) yang masuk ke ruangan panas lab ipa.
Semangat kawaaaaaaan~
Dan untuk mengakhiri ujian praktek 1 mapel penting yang menegangkan tapi melegakan, saya ucapkan “Alhamdulillahirrabbil’alamin”..
Semoga mendapat nilai memuaskan dan bermanfaat buat semuanya. Amin.