Senin, 26 Mei 2014

Senin, 12 Mei 2014



Masih lelah dengan suasana Tafakur Alam kemaren, aku dikabarkan bahwa kami semua – tim angklung NARA – dipercaya untuk tampil dan membawakan beberapa buah lagu yaitu ; When You Tell Me (by : Diana Rose), Es Lilin, dan Kopi Dangdut. Dalam sebuah acara dari Gala Dinner HILDIKTIPARI (Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata) yang berjudul ‘Konsolidasi.....’ di Hotel Papandayan Bandung. Grup NARA yang berjumlah 32 orang bersama dengan grup Orchestra yang berjumlah 6 orang berangkat menggunakan bis kampus sekitar pukul 15.30. Setelah sholat ashar kami langsung mengatur posisi, koreografi, serta check sound. Menit-menit sebelum penampilan perdana kami ini, perasaan barisan telah disejajarkan, posisi telah diatur, angklung sudah kami dekap. Gugup menyelimuti, Kang Gilar yang menjadi konduktor sekaligus pelatih dan pengajar kami dan Kang Yosef sebagai pemain alat musik . . . . yang berasal dari Saung Angklung Udjo, berusaha meredakan kegugupan kami dan mengingatkan kembali tentang senyum yang sempat hilang dari wajah kami. Panggilan untuk kami telah di dendangkan. Senyum merekah tersungging dari bibir kami semua. Selain angklung, alat musik modern juga mengiringi penampilan kami yaitu bass dan drum. Hitungan 1 hingga 4 dilayangkan oleh jari-jari sang konduktor. Suara menggelegar diruangan itu memecah keheningan dan menarik semua mata untuk tertuju kepada kami. Seluruh perasaan lepas dan akhirnya pertunjukan selesai. Tak terasa sekali penampilan yang menyenangkan ini. Alhamdulillah sekali...
Sepulangnya dari Papandayan, aku dan saudariku Rifa dan Lia serta saudaraku Irfan langsung menuju ke sekretariat IKMM di masjid As- Safir lt.2 untuk briefing evaluasi Pasca- Tafakur Alam. Lelah memang menyambar, namun perasaan menyenangkan masih terasa. Apalagi besok kami harus tampil lagi untuk lanjtan acara Munas dari HILDIKTIPARI ini yang dengar-dengar akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata yaitu Ibu Mari Elka Pangestu. Briefing evaluasi berjalan sangat panjang dan tak henti-hentinya ruangan itu diisi dengan perkataan para manusia yang ada didalamnya. Walaupun lelah namun tetap terasa menyenangkan apabila bersama dengan mereka, keluargaku di IKMM. Pertemuan malam ini berakhir tepat pukul 23.00 dan Alhamdulillah asrama kami ini belum dikunci. Jadi kami semua para akhwat IKMM sekaligus para penghuni asrama tetap bisa menikmati kamar nyaman malam ini.
Tak sabar untuk penampilan besok~

Rabu, 07 Mei 2014

Sabtu, 03 Mei 2014

# INTERMEZZO

Ada yang tau rasanya menjadi orang yang “Tak Dianggap” ?
Sakit hati kah ? Merasa sedih kah ? Minder ? merasa bodoh ? atau malah semuanya ?
Inilah yang pernah aku rasakan tentang hal ini :
Merasa bahwa aku adalah manusia terhina di dunia yang ngga bisa berbuat apa-apa . Walau nyatanya aku pun pasti punya kelebihan dan kekurangan. Tapi, hanya disaat itulah aku merasa sangat ‘i-n-v-i-s-i-b-l-e’.
Merasa bahwa akulah manusia terbodoh di alam semesta ini. Menjawab pertanyaan tak tepat sasaran, berputar-putar, kurang berani menanggapi percakapan ilmiah, kurang up to date, jarang memberikan bukti ilmiah mengenai pernyataan yang dilontarkan, mengemukakan pendapat yang berlebihan, memiliki pandangan yang bisa dibilang beyond the imagination, dan segala hal bodoh lainnya.
AAAAAAAHH, aku tau kok kalau aku punya segudang kekurangan. Ejeklah aku kalau kalian merasa tidak punya kekurangan.


Berusahalah menjadi diri sendiri. Seburuk apapun, itulah dirimu yang sebenarnya yang harus kamu perbaiki agar menjadi pribadi yang sebenar-benarnya. Karena kepribadianmu itu adalah karaktermu, dan karaktermu itu adalah kebiasaanmu. Jadi, berusahalah perbaiki diri menjadi sebaik mungkin. Dan jangan lupa bahwa yang menganggapmu tak ada itu bukan berarti dia ‘ada’.

Minggu, 04 Mei 2014



Seperti biasa di hari minggu, tidur lebih malam, bangun-tidur-bangun-tidur, bangun lebiah siang dan tetap dengan 2 kasur yang kosong, lantai berdebu, kain lecek menumpuk, piring-piring kotor, ember penuh kain tak bersih, kasur berantakan, atmosfer yang sunyi-sepi-sendiri, lemari seperti gado-gado, tempat sampah hampir muntah, sepatu olahraga berlapis cokelat, buku seperti pasar tumpah, serta serpihan makanan menghiasi meja belajar.
Inilah PR yang sebenar-benarnya PR. Setidaknya setengah dari mereka sudah dibereskan, tapi tetap saja akan terulang diminggu berikutnya. Hufet.... beginilah konsekuensi dari sebuah pilihan untuk merantau dan jauh dari orangtua. Seluruh pekerjaan para IRT sudah kami (seluruh anak rantau) rasakan lebih dulu. Menjadi anak rantau itu multi talenta, karena melatih beberapa aspek penting, yang diantaranya ; manajemen keuangan, manajemen waktu, melatih kesabaran, kejujuran, keyakinan, mengatur pola makan, dan self defense. Maka dari itu, berbanggalah kalian yang menjadi anak rantau, karena kalian lebih hebat dalam memanajemen diri.


nilah awal bulan, nafsu untuk makan yang enak-enak mulai meningkat. Pembalasan dendam karena akhir bulan yang begitu menyiksa (tinggal tunggu waktunya bakalan makan kerupuk sama nasi dan kecap diakhir bulan).
STOP ! Katakan tidak pada pemborosan ! (peringatan bagi anak rantau).
Sudah, bersyukurlah masih bisa makan minimal 2x sehari. Inget uang yang di dapat itu darimana. Jerih payah orangtua yang bersusah-susah mencarikan uang bulanan besar bagi kita, anaknya. Padahal belum tentu uang itu mereka dapat dari tempat kerja mereka, mungkin saja mereka belum menerima uang sepeserpun, dan demi kita-anaknya-mereka rela untuk meminjam uang kepada orang lain. Karena tidak semua orang beruntung memiliki orangtua yang memiliki pekerjaan layak namun tetap memperjuangkan pendidikan anaknya. Ataukah uang yang kita terima itu adalah yang didapat oleh orangtua kita tanpa mereka mengambil sisa yang banyak dari upah itu hanya demi kita.
Ingatlah jerih payah mereka sebelum kita berfoya-foya dan membazirkan apa yang mereka amanahkan kepada kita.

Minggu, 04 Mei 2014

(Report) Pre- TAFAKUR ALAM 2014


Bismillahirrahmanirrahiim.

Jajaran Kepanitiaan Kegiatan TAFAKUR ALAM 2014 (Journey for Giving) :


Pelindung          : Allah SWT
Pembina            : Pak Daeng
Ketua IKMM    : Ahmad H
Ketua Panitia    : M Alfin
Sekretaris          : Baina
Bendahara         : Rifa, Lia
Sie. Acara         : Juwita, Arief M, Mela
Sie. Humas       : San san, Arif R, Lasak
Sie. Logistik     : Saropul, M Irfan, Fika, Putri, Aisyah
Sie. Pubdok      : Ihsan, Icha

Menunggu datangnya kegiatan TAFAKUR ALAM yang akan diselenggarakan pada hari Jum'at - Minggu, 09 - 11 Mei 2014 di desa Cibeusi, Subang, Jawa Barat (H-6). Seluruh panitia kegiatan mulai sibuk dengan jobnya masing-masing. Apalagi dengan tenggat waktu yang tidak lama, setiap divis mulai menyelesaikan sisa tugasnya masing-masing. Meeting yang harus kami laksanakan tinggal 1x lagi dalam beberapa hari kedepan sebelum TM (Technical Meeting) bagi para peserta dilaksanakan. Semangat para panitia mulai menggebu. Kegiatan yang dikonsepkan oleh para panitia yang juga sebagai anggota baru di IKMM STP Bandung ini terasa sangat patut untuk dicicipi oleh seluruh bagian internal kampus. Seluruh jenis kegiatan yang akan dilaksanakan pun beragam. Mulai dari kegiatan hiking, bakti sosial, homestay, belajar & mengajar, ibadah++, diskusi (islami dan wisata), team bulding, serta pengabdian masyarakat, kami sediakan bagi para kontributor kegiatan yang nantinya akan memberikan pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Juga pembelajaran yang didapat oleh seluruh kontributor kegiatan nantinya akan berguna dimasa mendatang sebagai salah satu cara mejalani hidup sebagai manusia islam dan manusia sosial.

Sebelum mengakhiri report ini kami selaku panitia TAFAKUR ALAM 2014 mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh jajaran keanggotaan IKMM STP Bandung, seluruh kontributor kegiatan, seluruh pihak yang berpartisipasi dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, dan tentu saja Allah SWT yang tanpa-Nya kegiatan ini tidak akan bisa tercipta dengan baik.

Wassalamu'alaikum wr.wb