Jumat, 21 November 2014

HARI POHON DUNIA - 21 NOVEMBER

Tetaplah Hijau dan Sejukkan Dunia


Sebait pesan ini untuk "Pohon-Pohon" di dunia yang telah berjasa bagi kehidupan kami, kaum manusia. Untuk mereka yang hidup, namun tidak bernyawa.



Tidak terasa sudah hampir 20 tahun aku bertemankan dirimu dan saudara-saudaramu. Entah sejak kapan engkau dilahirkan pertama kali ke dunia ini, namun yang penting adalah kau telah menjadi bagian lain dari hidupku mulai dari saat itu hingga kelak aku akan tertidur sejajar dengan akar-akar yang menopangmu.
Terimakasih atas oksigen yang engkau produksi, karenanya kami dapat menghirup segarnya udara dalam setiap jejakan kaki dan hembusan nafas.
Terimakasih atas dirimu yang rela berkorban demi kecerdasan bangsa kami dalam lembaran-lembaran kertas dan alat-alat yang dibuat dari bagian dirimu, karenanya kami tidak harus bersusah payah mengukir diatas batu-batuan.
Terimakasih atas tugasmu yang mulia – menyerap air, sehingga tidak ada air yang tergenang di daratan dan membanjiri tempat tinggal kami dan jalan yang biasa kami lalui.
Terimakasih atas pengorbananmu telah menjadi satu-kesatuan dengan rumah tempat tinggal kami, telah menguatkan dan menopang keberlangsungan berdirinya rumah-rumah kami.
Terimakasih atas segala kebaikan dalam setiap jengkal dirimu yang sangat berguna ini. Tiada keindahan tanpa ‘kehijauan’ dirimu yang membawa kesejukan dan kealamian pada dunia ini.

Namun, maafkan kami - kaum manusia - yang tidak pernah bersyukur akan adanya dirimu disekeliling kami. Yang telah banyak berjasa dalam menopang kehidupan seluruh kaum mahkhluk hidup lainnya.

Maaf telah mengakhiri kehidupan indahmu demi memenuhi hasrat keserakahan dalam diri kamu kami meraup pundi-pundi rupiah.
Maaf telah menggunakan jasamu secara berlebihan, namun tidak kami manfaatkan dengan bijak.
Maaf atas ketidaksyukuran ini. Maaf atas segala keserakahan kami. Maaf atas segalanya.

“Terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, atas segala keberkahannya dan kuasanya memberikan kami kehidupan yang layak bersama kalian, Pohon-pohon. Memberikan karunia dalam bentuk kesetaraan hidup dengan makhluk lainnya di bumi ini, yang dengan bebasnya dapat menggunakan jasa makhluk hidup lainnya. Namun, kami manusia terlalu serakah dengan hal itu. Kami pergunakan dengan tanpa batasan yang seharusnya telah kami sadari sejak dulu. Hingga akhirnya kondisi kalia menjadi seperti saat ini. sungguh tidak harus dijelaskan kembali bukan ? Maafkan kami Ya Tuhanku, Ya Allah. Atas kerakusan dan keserakahan serta ketidaksyukuran kami. Bukalah hati kami untuk kembali membangun kehidupan yang damai dengan makhluk hidup lainnya. Hindarkanlah kami dari ketandusan dunia maupun ketandusan hati, sehingga hal ini tidak akan terulang kembali. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin. Terimakasih Ya Allah.

SELAMAT HARI POHON...
Tetaplah hijau dan bawa kesejukan ~


Sabtu, 08 November 2014

"Wisata Indonesia dan Impianku"

"Keliling Dunia ? INDONESIA Aja"


Setiap orang pasti ingin merasakan dan menikmati dunia diiluar tempat ia tinggal, begitupun dengan saya. Merasakan suasana Indonesia yang begini-begini aja, jadi ingin sekali rasanya menikmati negara di Luar Indonesia dengan segera. Namun dengan dana yang terbatas untuk berkunjung ke negara diluar sana, lebih baik keliling Indonesia dulu deh. Keluar negerinya lain kali saja, huhuhuhu...Walaupun merasa sedih juga belum bisa pergi ke destinasi kece diluar sana, yang penting masih ada Indonesiaku tercinta.

# Ketika Pencerahan Datang
Akhirnya....daripada harus rogoh kocek dalem-dalem untuk mengunjungi objek wisata diluar negeri, yang sebenarnya di negara kita juga ada, mendingan jalan-jalan keliling Indonesia aja. Percaya ngga kalau destinasi dunia ada di Indonesia ? Yah, ngga percaya....

Waaaah, kebetulan banget saya punya sedikit informasi buat kalian semua yang juga lagi 'ngiler' mau keluar negeri tapi belum punya dana ataupun belum tau pasti destinasi mana aja sih yang patut dikunjungi. Jangan sampai salah pilih destinasi yang ngga cocok sama mood. Baiklah, ini informasi kecil-kecilan mengenai “Indonesia juga punya Objek Wisata mirip luar negeri loooh !”. Mau tahu ? Let’s check it out ~


1.      Hutan Kalimantan dan Hutan Amazone


Hutan Kalimantan memiliki hutan hujan tropis dengan beberapa flora dan fauna yang mirip dengan yang dimiliki Amazone. Contohnya adalah pesut, ular anaconda serta beberapa hewan langka lainnya yang hanya ada di Hutan Kalimantan dan Amazone. Selain itu sungai-sungai di Kalimantan yang mirip dengan sungai di Amazone menambah kemiripan antara mereka berdua.


2.      Gumug Pasir Parangkusumo dan Gurun Sahara



Gumug Pasir Parangkusumo yang berada di Yogyakarta ini merupakan gundukan atau kumpulan dari material pasir yang berkumpul di sepanjang pantai Parangtritis-Parangkusumo hingga muara sungai Opak.Hal ini merupakan fenomena unik, lantaran di Asia Tenggara hanya di Parangkusumo kita bisa melihat padang pasir seperti Gurun Sahara. Dan terkadang tempat ini disebut dengan ‘Sahara in Java’.Bagaikan torehan seni oleh alam, ketika memasuki kawasan gumug pasir ini akan terlihat medan pasri dengan ukiran-ukiran dengan ukuran dan bentuk yang bermacam-macam. Mulai dari bentuk bulan sabit hingga ada yang berbentuk bintang. Bentuk gumug pasir itu dipengaruhi oleh arah angin serta penghalang material pembentuk berupa vegetasi.


3.      Taman Nasional Baluran dan Savana di Afrika



Taman Nasional Baluran terletak di kecamatan Banyuputih, kabupaten Situbondo, JawaTimur. Taman Nasional ini sering dijuluki ‘Afrika-nya Jawa’. Di tempat ini kalian dapat melihat kembaran dari savana Afrika, dengan luasnya savana ini serta banyaknya satwa yang berkeliaran disini semakin menambah kemiripan dari kedua tempat ini. kalian dapat melihat rusa dan banteng diantara rerumputan, serta monyet-monyet dan burung-burung yang bebas bermain.Pemandangan Gunung Baluran yang mirip Kilimanjaro serta hamparan savaa yang luas dan rumput yang mengering menambah kesan bahwa ini adalah savana di Afrika.

4.      Green Canyon dan Grand Canyon Amerika


Green Canyon atau Cukang Taneuh terletak di desa Cijulang Ciamis Jawa Barat dekat dengan Pangandaran. Di Green Canyon kita bisa melihat sungai dengan air berwarna hijau tosca yang diapit dengan bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Di tempat itu kamu juga akan melihat sungai yang menembus gua dengan keindahan batu-batu stalaktit dan stalakmitnya. Alam sungai Cijulang yang dianggap mirip dengan ngarai-ngarai eksotik di Grand Canyon Colorado, Amerika Serikat itu membuat daerah tersebut dikenal dengan nama ”Green Canyon”. Walaupun Green Canyon tidak sebesar Grand Canyon Amerika Serikat, Green Canyon Cijulang ini lebih hijau dibandingkan Grand Canyon di Amerika Serikat yang gersang.


5.      Carstensz Pyramid dan Puncak Everest


Carstensz Pyramid dan Mount Everest merupakan bagian dari Seven Summit di tujuh benua dunia. Carstensz Pyramid terletak di propinsi Papua. Kalau Mount Everest merupakan puncak tertinggi di dunia, Carstensz Pyramid merupakan puncak tertinggi di Indonesia. Kedua puncak gunung tersebut sama-sama diselubungi oleh salju abadi. Puncak Mount Everest terletak di negara Nepal dengan tinggi 8,850 meter sedangkan Cartenz Pyramyd, Puncak Salju di daerah Tropis Indonesia memiliki tinggi 4.884 meter.


6.      Air Terjun Moramo dan Air Terjun Niagara


Moramo adalah air terjun indah bertingkat tujuh yang terletak di kabupaten Konawe Timur, Sulawesi Tenggara. Air terjun ini meskipun tidak sebesar Niagara, tapi keindahannya tidak kalah dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika Serikat dan Kanada itu. Dengan air terjun Moramo yang lebih kecil dari Niagara, kita bisa menikmati air terjun Moramo lebih dekat dan bisa mandi di air terjun tersebut sedangkan hal ini tidak bisa dilakukan di Niagara yang airnya sangat deras.


7.      Raja Ampat dan Phi Phi Island Thailand



Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat. Pemandangan Raja Ampat Papua mirip dengan Phi Phi Island yang ada di Thailand bahkan lebih indah dari Phi Phi Island yang menjadi lokasi film The Beach yang dibintangi Leonardo Di Caprio tersebut. Di Raja Ampat Papua kita bisa melihat Pulau-pulau yang berbukit-bukit hijau dengan air laut yang jernih.


8.      Ranu Kumbolo dan Hutan Pinus Eropa


Ranu Kumbolo terletak di Jawa Timur, sebuah danau di pegunungan Semeru dengan ketinggian 2500 meter di atas permukaan air laut. Tak jauh dari Ranu Kumbolo terdapat padang rumput yang dikelilingi bukit dan gunung dengan pemandangan yang sangat indah, padang rumput luas dengan lereng yang ditumbuhi pohon pinus seperti di Eropa. Ketika suhu berada di bawah 0°c , kadang-kadang terjadi hujan salju kecil. Jika suhu sangat dingin pinggir-pinggir danau ranukumbolo bisa membeku, dan juga terlihat rumput-rumput yang memutih seperti salju karena embun yang membeku di rerumputan yang membuat suasana seperti di Eropa. Perhatikan foto Ranu Kumbolo yang sekilas mirip dengan foto Seefeld Lake, Austria di Eropa.


9.      Pantai Kuta Bali dan Pantai Waikiki Hawaii


Bali banyak menyimpan pesona alam yang eksotis. Keindahan pantainya banyak disejajarkan dengan keindahan pantai di Pulau Hawaii. Contohnya adalah pantai Kuta hampir mirip dengan Waikiki terutama pantainya yang ramai dengan pasir putih dan pohon kelapa yang tumbuh di pantai. Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di kabupaten Badung sebelah selatan Denpasar, Bali. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai Sunset Beach atau pantai matahari terbenam sebagai lawan dari pantai Sanur.


10.  Pantai Ora dan Pantai di Maldives

 

Pantai Ora (Ora Beach) merupakan salah satu surga dunia yang terletak di utara Pulau Seram, Maluku Tengah, tepatnya di Desa Saleman, Kecamatan Seram Utara. Eksotisme dan keindahannya membuat Pantai Ora ini disejajarkan dengan Maldives atau Pantai Bora-bora. Salah satu keunikan yang ditawarkan Pantai Ora ini adalah rumah penginapannya yang berbentuk rumah panggung di atas laut. Adapun Ora Beach Resortadalah satu-satunya resort yang berada di Pantai Ora ini.


Itulah segelintir dari sekian banyak lagi objek lain yang bangsa ini miliki dan mirip dengan objek wisata diluar negeri. Itu hanya sedikit dorongan motivasi untuk saya dan kalian semua untuk menelisik lebih jauh lagi mengenai Pariwisata Indonesia yang sangat-sangat-SANGAT KAYA dengan WARISAN alamnya, budayanya, bahasanya. dan manusianya. 

Sungguh luar biasanya alam Indonesia ini, yang telah Allah titipkan kepada kita. Namun, apakah kita sudah bisa menjaganya dengan baik ? Apakah amanah ini telah kita jalani ?
Belum...

Saya, sebagai salah satu dari sekian WARISAN (manusia) serta 'Penggerak' dalam keberlangsungan Pariwisata Indonesia, memiliki segenggam angan sederhana bagi INDONESIA ku tercinta ;
  1. Menjaga kelestarian alam Indonesia. Sekiranya saya kalah dalam peperangan mempertahankan alam Indonesia, ikrar saya untuk tidak menghancurkan dan merusakkan alam ini.
  2. Tidak merasa malu mempertahankan budaya bangsa. Sekiranya modernisasi mulai mengglobal, ikrar saya untuk tidak terbawa kepada arus budaya negara lain (westernisasi, dsb).
  3. Mempelajari bahasa diluar negara ini adalah sebuah keharusan. Namun mengenali lalu mengakrabkan diri dengar keragaman bahasa di negara yang indah ini, itu adalah sebuah pilihan. Walaupun tidak ada satu bahasa daerahpun yang saya kuasai, ikrar saya untuk mengenali itu adalah milik Indonesia.
  4. Menjadi manusia berkualitas 'penggerak' Industri Pariwisata yang kompetitif. Sekiranya saya tidak cukup berkualitas untuk mengangkat pariwisata bangsa ini menuju persaingan internasional, ikrar saya untuk menjaga nama baik bangsa ini di mata dunia dengan sikap dan perilaku yang mencerminkan kepribadian bangsa yang berdasarkan kepada pancasila.
Apakah itu sulit ? TIDAK !
"Karena dalam setitik asa, terdapat butir-butir keyakinan dan kepercayaan"


Bagaimana caranya ?
Well, Let’s Start !




Terinspirasi dari “indonesiatop.blogspot.com



Sabtu, 12 Juli 2014

Setitip Cinta Untuknya




Suatu waktu, aku mulai memikirkan tentang dia. Tentang seseorang yang namanya berada dalam lembar yang sama di lauh mahfuzh. Sempat berfikir ; siapa namanya ? apa pekerjaannya ? berapa umurnya ? bagaimana perangainya ? seperti apa parasnya ? setinggi apa imannya ? dan pertanyaan-pertanyaan singkat lainnya.
Astaghfirullahaladziim..
Tak kuasa aku beristighfar setelahnya. Memohon ampunan atas ketidaksabaranku terhadap takdir yang akan Dia berikan. Juga mempertanyakan takdir yang telah Dia tetapkan bagi setiap hamba-Nya.
Kini.. do’a, usaha. Ikhtiar dan tawakkal lah yang harus aku perbuat.

Dan ini setitip catatan hatiku untuknya..

Wahai kekasih Allah... tatkala kau merindukan sebuah kasih sayang, datanglah kepada-Nya.
Sungguh, ketika itu pula kau akan bersamaku dalam genggaman cinta-Nya.

Wahai kekasih... ketika kau menemukan sebuah kesulitan dan cobaan, kembalilah dan memohonlah kepada-Nya.
Sunggguh, saat itu aku pun sedang berdo’a memohon kemudahan untuk kita.

Wahai pemuda penghuni syurga... ketika kebahagiaan datang dan tawa sukacita tengah menyelimuti hatimu, bersykurlah  dan panjatkan hamdalah keatas-Nya.
Sungguh, sebelum itu aku telah meminta kebahagiaan untukmu. Untuk kita.

Jikalau umurku tak sampai untuk bertemu denganmu, kenanglah aku wahai kekasih. Tataplah wajahku dalam redupan mata dan nikmatnya muhassabah. Do’akan aku dalam setiap waktu kau bertemu dengan sang pencipta. Rindui aku dalam dzikirmu keatas-Nya. Sesungguhnya, kau akan merasakan adanya aku ketika kau mengingat Tuhanmu. Allah SWT.

Selasa, 08 Juli 2014

Bisakah ?



Aku tidak sanggup !!
Berilah aku perasaan tawakkal !
Berilah aku kesabaran !
Keikhlasan !
Ketabahan !
Akan ku jalani dengan perasaan tenang dan damai.
Dengan cinta dan kasih sayang yang tulus.


Andai bisa, aku ingin menangis sejadi-jadinya. Namun, tak mungkin aku menangis di hadapan mereka, juga tak pantas aku menangis hanya karena sebuah ciptaan. Biarlah.. Allah yang akan menggantinya. Mengganti dengan yang lebih baik darinya. Yang memang sudah seharusnya untukku.
Tak kuat ku menahan sakitnya kerongkongan ini dari tumpahnya luapan emosi. Tak jua ku temukan jawaban atas semua ini. Mungkin Allah belum memberikan petunjuk kedalam hatiku. Bertawakkal lah wahai wanita ! tak sepantasnya kau berlaku seperti ini. Tidak. Sekali-kali tidak !
Jikalau memang nama kalian berdua berada dalam lembar yang berbeda di kitab lauh mahfuzh, tidaklah mungkin kalian akan bersatu. Tetapi ketika nama kalian ada di dalam lembar yang sama, apapun pahit dan perihnya sebuah rintangan, InshaAllah kalian akan bertemu pada waktunya. Yakinlah..
Tak pernah kulupakan ucapan bunda kala itu. Sebuah motivasi untukku menumbuhkan sebuah perasaan tawakkal, ikhlas, dan sabar.
Walaupun aku tahu, awalnya akan sangat perih bahkan dapat meneteskan berbutir-butir tetesan air mata. Namun, inshaAllah akan berakhir dengan sebuah kebahagiaan, ketenangan, dan nikmat yang sungguh luar biasa. Aku yakin itu !
Terimakasih...
Aku sungguh tidak sanggup. Tetapi aku akan selalu berusaha menerima takdir yang telah ditetapkan oleh-Nya untukku..

Minggu, 08 Juni 2014

Kisah Rasulullah SAW dan Siti Aisyah r.a

Kisah Siti Aisyah Binti Abu Bakar R.A.

(istri kesayangan Nabi Muhammad S.A.W) 


 

         Rasulullah SAW membuka lembaran kehidupan rumah tangganya dengan Aisyah r.a yang telah banyak dikenal. Ketika wahyu datang pada Rasulullah SAW, Jibril membawa kabar bahwa Aisyah adalah istrinya didunia dan diakhirat, sebagaimana diterangkan didalam hadits riwayat Tirmidzi dari Aisyah r.a, Jibril datang membawa gambarnya pada sepotong sutra hijau kepada Nabi SAW, lalu berkata.’ Ini adalah istrimu didunia dan di akhirat.” Dialah yang menjadi sebab atas turunnya firman Allah SWT yang menerangkan kesuciannyadan membebaskannya dari fitnah orang-orang munafik.

       Aisyah dilahirkan empat tahun sesudah Nabi SAW diutus menjadi Rasul. Semasa kecil dia bermain-main dengan lincah, dan ketika dinikahi Rasulullah SAW usianya belum genap sepuluh tahun. Dalam sebagian besarriwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya.


       Dua tahun setelah wafatnya Khadijah r.a datang wahyu kepada Nabi SAW untuk menikahi Aisyah r.a. Setelah itu Nabi SAW berkata kepada Aisyah, ” Aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut. Malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar sutra seraya berkata,’ Ini adalah istrimu.’ Ketika aku membuka tabirnya, tampaklah wajahmu. Kemudian aku berkata kepadanya,’ Jika ini benar dari Allah SWT , niscaya akan terlaksana.”

Mendengar kabar itu, Abu Bakar dan istrinya sangat senang, terlebih lagi ketika Rasulullah SAW setuju menikahi putri mereka, Aisyah. Beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuhberkah itu. Setelah pertunangan itu, Rasulullah SAW hijrah ke Madinah bersama para sahabat, sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Makkah. Setelah beliau menetap di Madinah, beliau mengutus orang untuk menjemput mereka, termasuk didalamnya Aisyah r.a. Dengan izin Allah SWT menikahlah Aisyah dengan mas kawin 500 dirham. Aisyah tinggal dikamar yang berdampingan dengan masjid Nabawi. Dikamar itulah wahyu banyak turun, sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat turunnya wahyu. Dihati Rasulullah SAW, kedudukan Aisyah sangat istimewa, dan tidak dialami oleh istri-istri beliau yang lain. Didalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan, ” Cinta pertama yang terjadi didalam Islam adalah cintanya Rasulullah SAW kepada Aisyah r.a.”

         Didalam riwayat Tirmidzi dikisahkan “Bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah dihadapan Ammar bin Yasir sehingga Ammar berseru kepadanya,’ Sungguh celaka kamu. Kamu telah menyakiti istri kecintaanRasulullah SAW.” Sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah SAW terhadap Aisyah sangat besar, mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat. Bahkan ketika Aisyah wafat, Ummu Salamah berkata, ‘Demi Allah SWT, dia adalah manusia yang paling beliau cintai selain ayahnya (Abu Bakar)’.

        Di antara isteri-isteri Rasulullah SAW, Saudah bin Zum`ah sangat memahami keutamaan-keutamaan Aisyah, sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah SAW rela. Dia menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya. Karena itu, salah satunya, dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah SAW. Menjelang wafat, Rasulullah SAWmeminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat dirumah Aisyah selama sakitnya hingga wafat. Dalam hal ini Aisyah berkata, “Merupakan kenikmatan bagiku karena Rasulullah SAW wafat dipangkuanku.” Bagi Aisyah, menetapnya Rasulullah SAW selama sakit dikamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat. Rasulullah SAW dikuburkan dikamar Aisyah, tepat ditempat beliau meninggal. Sementara itu, dalam tidurnya, Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya. Ketika dia memberitahukan hal ini kepada ayahnya, Abu Bakar berkata, “Jika yang engkau lihat itu benar, maka dirumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia dimuka bumi.” Ketika Rasulullah SAW wafat, Abu Bakar berkata, “Beliau adalah orang yang paling mulia diantara ketiga bulanmu.” Ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur dirumah Aisyah.

         Setelah Rasulullah SAW wafat, Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat, namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar, penuh kerelaan terhadap taqdir Allah SWT dan selalu berdiam dirididalam rumah semata-mata untuk taat kepada Allah SWT. Rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah kemakam Nabi SAW. Ketika istri-istri Nabi SAW hendak mengutus Ustman menghadap khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi SAW yang merupakan bagian mereka, Aisyah justru berkata, “Bukankah Rasulullah SAW telah berkata, ‘Kami paranabi tidak meninggalkan harta warisan. Apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah.” Dalam penetapan hukum pun, Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam. Didalam Thabaqat, Ibnu Saad mengatakan bahwa Hafshah binti Abdirrahman menemui Ummul Mukminin Aisyah r.a. Ketika itu Hafshah mengenakan kerudung tipis. Secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal. Aisyah tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Al Qur`an dan Sunnah. Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah SAW sehingga banyak menyaksikan turunnya wahyu kepada beliau. Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah SAW jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah SAW. Aisyah termasuk wanita yang banyak menghapalkan hadits-hadits Nabi SAW, sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghapal hadits setelah Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.

         Dalam hidupnya yang penuh dengan jihad, Sayyidah Aisyah wafat pada usia 66 th, bertepatan dengan bulan Ramadhan,th ke-58 H, dan dikuburkan di Baqi`. Kehidupan Aisyah penuh dengan kemuliaan, kezuhudan, ketawadhuan, pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah SAW, selalu beribadah serta senantiasa melaksanakan shalat malam. Selain itu, Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga didalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu dinar pun. Dimana sabda Rasul, “Berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma.” (HR. Ahmad )
Sumber : 
http://yuzrunjokam.wordpress.com/kisah-siti-aisyah-binti-abu-bakar-r-a-isteri-kesayangan-nabi-muhammad-s-a-w/

Kisah Ali Bin Abi Thalib Dan Fatimah Az-zahra


Cinta sahabat Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra memang luar biasa indah, cinta  yang selalu terjaga kerahasiaannya dalam sikap, kata, maupun ekpresi. Hingga konon karena saking teramat rahasianya setan saja tidak tahu urusan cinta diantara keduanya. Dan akhirnya Allah menyatukan mereka dalam sebuah ikatan suci pernikahan.
 


Sudah lama Ali terpesona dan jatuh hati pada Fatimah, ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Ummar melamar fatimah. Sementara dirinya  belum siap untuk melakukannya.
Pada saat kaum muslimin hijrah ke madinah, Fathimah dan kakaknya Ummu Kulsum tetap tinggal di Makkah sampai Nabi mengutus orang untuk menjemputnya.Setelah Rasulullah SAW menikah dengan Aisyah binti Abu Bakar, para sahabat berusaha meminag Fathimah. Abu Bakar dan Umar maju lebih dahulu untuk meminang tapi nabi menolak dengan lemah lembut. Lalu Ali bin Abi Thalib datang kepada Rasulullah untuk melamar, lalu ketika nabi bertanya, “Apakah engkau mempunyai sesuatu ?”, Tidak ada ya Rasulullah,” jawabnya. “ Dimana pakaian perangmu yang hitam, yang saya berikan kepadamu,” Tanya Rasullah SAW lagi. “ Masih ada padaku wahai Rasulullah,” jawab Ali. “Berikan itu kepadanya (Fatihmah) sebagai mahar,”.kata beliau.

Lalu Ali bergegas pulang dan membawa baju besinya, lalu Nabi menyuruh menjualnya dan baju besi itu dijual  kepada Utsman bin Affat seharga 470 dirham, kemudian diberikan kepada Rasulullah dan diserahkan kepada Bilal untuk membeli perlengkapan pengantin. Dan di sisi lain, Fatimah ternyata juga sudah lama memendam cintanya kepada

Kaum muslim merasa gembira atas perkawinan Fathimah dan Ali bin Abi Thalib, setelah setahun menikah lalu dikaruniai anak bernama Al- Hasan dan saat Hasan genap berusia 1 tahun lahirlah Husein pada bulan Sya’ban tahun ke 4 H.

Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali:

Fatimah : “Wahai suamiku Ali, aku telah halal bagimu, aku pun sangat bersyukur kepada Allah karena ayahku memilihkan aku suami yang tampan, sholeh, cerdas dan baik sepertimu”.

Ali : “Aku pun begitu wahai Fatimahku sayang, aku sangat bersyukur kepada Allah akhirnya cintaku padamu yang telah lama kupendam telah menjadi halal dengan ikatansuci pernikahanku denganmu.”

Fatimah : (berkata dengan lembut) “Wahai suamiku, bolehkah aku berkata jujur padamu? karena aku ingin terjalin komunikasi yang baik diantara kita dan kelanjutan rumah tanggakita”.

Ali : “Tentu saja istriku, silahkan, aku akan mendengarkanmu…”.

Fatimah : “Wahai Ali suamiku, maafkan aku, tahukah engkau bahwa sesungguhnya sebelum aku menikah denganmu, aku telah lama mengagumi dan memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, dan aku merasa pemuda itu pun memendam rasa cintanya untukku. Namun akhirnya ayahku menikahkan aku denganmu. Sekarang aku adalah istrimu, kau adalah imamku maka aku pun ikhlas melayanimu, mendampingimu, mematuhimu dan menaatimu, marilah kita berdua bersama-sama membangun keluarga yang diridhoi Allah”

Sungguh bahagianya Ali mendengar pernyataan Fatimah yang siap mengarungi bahtera kehidupan bersama, suatu pernyataan yang sangat jujur dan tulus dari hati perempuan sholehah. Tapi Ali juga terkejut dan agak sedih ketika mengetahui bahwa sebelum menikah dengannya ternyata Fatimah telah memendam perasaan kepada seorang pemuda. Ali merasa agak sedih karena sepertinya Fatimah menikah dengannya karena permintaan Rasul yang tak lain adalah ayahnya Fatimah, Ali kagum dengan Fatimah yang mau merelakan perasaannya demi taat dan berbakti kepada orang tuanya yaitu Rasul dan mau menjadi istri Ali dengan ikhlas.

Namun Ali memang sungguh pemuda yang sangat baik hati, ia memang sangat bahagia sekali telah menjadi suami Fatimah, tapi karena rasa cintanya karena Allah yang sangat tulus kepada Fatimah, hati Ali pun merasa agak bersalah jika hati Fatimah terluka, karena Ali sangat tahu bagaimana rasanya menderita karena cinta. Dan sekarang Fatimah sedang merasakannya. Ali bingung ingin berkata apa, perasaan didalam hatinya bercampur aduk. Di satu sisi ia sangat bahagia telah menikah dengan Fatimah, dan Fatimah pun telah ikhlas menjadi istrinya. Tapi disisi lain Ali tahu bahwa hati Fatimah sedang terluka. Ali pun terdiam sejenak, ia tak menanggapi pernyataan Fatimah.

Fatimah pun lalu berkata, “Wahai Ali suamiku sayang, Astagfirullah maafkan aku. Aku tak ada maksud ingin menyakitimu, demi Allah aku hanya ingin jujur padamu, saat ini kaulah pemilik cintaku, raja yang menguasai hatiku.”.

Ali masih saja terdiam, bahkan Ali mengalihkan pandangannya dari wajah Fatimah yang cantik itu. 

Melihat sikap Ali, Fatimah pun berkata sambil merayu Ali, “Wahai suamiku Ali, tak usah lah kau pikirkan kata-kataku itu, marilah kita berdua nikmati malam indah kita ini. Ayolah sayang, aku menantimu Ali”.

Ali tetap saja terdiam dan tidak terlalu menghiraukan rayuan Fatimah, tiba-tiba Ali pun berkata, “Fatimah, kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, kau pun tahu betapa aku berjuang memendam rasa cintaku demi untuk ikatan suci bersamamu, kau pun juga tahu betapa bahagianya kau telah menjadi istriku. Tapi Fatimah, tahukah engkau saat ini aku juga sedih karena mengetahui hatimu sedang terluka. Sungguh aku tak ingin orang yang kucintai tersakiti, aku bisa merasa bersalah jika seandainya kau menikahiku bukan karena kau sungguh-sungguh cinta kepadaku. Walupun aku tahu lambat laun pasti kau akan sangat sungguh-sungguh mencintaiku. Tapi aku tak ingin melihatmu sakit sampai akhirnya kau mencintaiku.”.

Fatimah pun tersenyum mendengar kata-kata Ali, Ali diam sesaat sambil merenung, tak terasa mata Ali pun mulai keluar air mata, lalu dengan sangat tulus Ali berkata lagi, “Wahai Fatimah, aku sudah menikahimu tapi aku belum menyentuh sedikit pun dari dirimu, kau masih suci. Aku rela menceraikanmu malam ini agar kau bisa menikah dengan pemuda yang kau cintai itu, aku akan ikhlas, lagi pula pemuda itu juga mencintaimu. Jadi aku tak akan khawatir ia akan menyakitimu. Aku tak ingin cintaku padamu hanya bertepuk sebelah tangan, sungguh aku sangat mencintaimu, demi Allah aku tak ingin kau terluka… Menikahlah dengannya, aku rela”.
Fatimah juga meneteskan airmata sambil tersenyum menatap Ali, Fatimah sangat kagum dengan ketulusan cinta Ali kepadanya, ketika itu juga Fatimah ingin berkata kepada Ali, tapi Ali memotong dan berkata, “Tapi Fatimah, sebelum aku menceraikanmu, bolehkah aku tahu siapa pemuda yang kau pendam rasa cintanya itu?, aku berjanji tak akan meminta apapun lagi darimu,namun izinkanlah aku mengetahui nama pemuda itu.”

Airmata Fatimah mengalir semakin deras, Fatimah tak kuat lagi membendung rasa bahagianya dan Fatimah langsung memeluk Ali dengan erat. Lalu Fatimah pun berkata dengan tersedu-sedu,“Wahai Ali, demi Allah aku sangat mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu karena Allah."
Berkali-kali Fatimah mengulang kata-katanya. Setelah emosinya bisa terkontrol, Fatimah pun berkata kepada Ali, “Wahai Ali, Awalnya aku ingin tertawa dan menahan tawa sejak melihat sikapmu setelah aku mengatakan bahwa sebenarnya aku memendam rasa cinta kepada seorang pemuda sebelum menikah denganmu, aku hanya ingin menggodamu, sudah lama aku ingin bisa bercanda mesra bersamamu. Tapi kau malah membuatku menangis bahagia. Apakah kau tahu sebenarnya pemuda itu sudah menikah”.

Ali menjadi bingung, Ali pun berkata dengan selembut mungkin, walaupun ia kesal dengan ulah Fatimah kepadanya ”Apa maksudmu wahai Fatimah? Kau bilang padaku bahwa kau memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, tapi kau malah kau bilang sangat mencintaiku, dan kau juga bilang ingin tertawa melihat sikapku, apakah kau ingin mempermainkan aku Fatimah?, sudahlah tolong sebut siapa nama pemuda itu? Mengapa kau mengharapkannya walaupun dia sudah menikah?”.

Fatimah pun kembali memeluk Ali dengan erat, tapi kali ini dengan dekapan yang mesra. Lalu menjawab pertanyaan Ali dengan manja, “Ali sayang, kau benar seperti yang kukatakan bahwa aku memang telah memendam rasa cintaku itu, aku memendamnya bertahun-tahun, sudah sejak lama aku ingin mengungkapkannya, tapi aku terlalu takut, aku tak ingin menodai anugerah cinta yang Allah berikan ini, aku pun tahu bagaimana beratnya memendam rasa cinta apalagi dahulu aku sering bertemu dengannya. Hatiku bergetar bila ku bertemu dengannya. Kau juga benar wahai Ali cintaku, ia memang sudah menikah. Tapi tahukah engkau wahai sayangku, pada malam pertama pernikahannya ia malah dibuat menangis dan kesal oleh perempuan yang baru dinikahinya”

Ali pun masih agak bingung, tapi Fatimah segera melanjutkan kata-katanya dengan nada yang semakin menggoda Ali, ”Kau ingin tahu siapa pemuda itu? Baiklah akan kuberi tahu. Sekarang ia berada disisiku, aku sedang memeluk mesra pemuda itu, tapi kok dia diam saja ya, padahal aku memeluknya sangat erat dan berkata-kata manja padanya, aku sangat mencintainya dan aku pun sangat bahagia ternyata memang dugaanku benar, ia juga sangat mencintaiku…”

Ali berkata kepada Fatimah, “Jadi maksudmu…???”

Fatimah pun berkata, “Ya wahai cintaku, kau benar, pemuda itu bernama Ali bin Abi Thalib sang pujaan hatiku”.

Subhanallah, Betapa Indahnya Kisah Cinta antara Ali Bin Abi Thalib Dan Fatimah Az-Zahra. Maha Suci Allah, Dialah yang mengatur segalanya. Dialah yang telah mengatur jodoh, rezeki, pertemuan, dan maut dari setiap insan di Dunia.
 
 
 
 
sumber :
 http://riskafajrulummi.blogspot.com/2013/03/kisah-cinta-khalifah-ali-bin-abi-thalib.html