Sabtu, 12 Juli 2014

Setitip Cinta Untuknya




Suatu waktu, aku mulai memikirkan tentang dia. Tentang seseorang yang namanya berada dalam lembar yang sama di lauh mahfuzh. Sempat berfikir ; siapa namanya ? apa pekerjaannya ? berapa umurnya ? bagaimana perangainya ? seperti apa parasnya ? setinggi apa imannya ? dan pertanyaan-pertanyaan singkat lainnya.
Astaghfirullahaladziim..
Tak kuasa aku beristighfar setelahnya. Memohon ampunan atas ketidaksabaranku terhadap takdir yang akan Dia berikan. Juga mempertanyakan takdir yang telah Dia tetapkan bagi setiap hamba-Nya.
Kini.. do’a, usaha. Ikhtiar dan tawakkal lah yang harus aku perbuat.

Dan ini setitip catatan hatiku untuknya..

Wahai kekasih Allah... tatkala kau merindukan sebuah kasih sayang, datanglah kepada-Nya.
Sungguh, ketika itu pula kau akan bersamaku dalam genggaman cinta-Nya.

Wahai kekasih... ketika kau menemukan sebuah kesulitan dan cobaan, kembalilah dan memohonlah kepada-Nya.
Sunggguh, saat itu aku pun sedang berdo’a memohon kemudahan untuk kita.

Wahai pemuda penghuni syurga... ketika kebahagiaan datang dan tawa sukacita tengah menyelimuti hatimu, bersykurlah  dan panjatkan hamdalah keatas-Nya.
Sungguh, sebelum itu aku telah meminta kebahagiaan untukmu. Untuk kita.

Jikalau umurku tak sampai untuk bertemu denganmu, kenanglah aku wahai kekasih. Tataplah wajahku dalam redupan mata dan nikmatnya muhassabah. Do’akan aku dalam setiap waktu kau bertemu dengan sang pencipta. Rindui aku dalam dzikirmu keatas-Nya. Sesungguhnya, kau akan merasakan adanya aku ketika kau mengingat Tuhanmu. Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar