Tetaplah Hijau dan Sejukkan Dunia
Sebait pesan ini untuk "Pohon-Pohon" di dunia
yang telah berjasa bagi kehidupan kami, kaum manusia. Untuk mereka yang hidup,
namun tidak bernyawa.
Tidak terasa sudah hampir 20 tahun aku bertemankan dirimu
dan saudara-saudaramu. Entah sejak kapan engkau dilahirkan pertama kali ke
dunia ini, namun yang penting adalah kau telah menjadi bagian lain dari hidupku
mulai dari saat itu hingga kelak aku akan tertidur sejajar dengan akar-akar
yang menopangmu.
Terimakasih atas oksigen yang engkau produksi, karenanya
kami dapat menghirup segarnya udara dalam setiap jejakan kaki dan hembusan
nafas.
Terimakasih atas dirimu yang rela berkorban demi kecerdasan
bangsa kami dalam lembaran-lembaran kertas dan alat-alat yang dibuat dari
bagian dirimu, karenanya kami tidak harus bersusah payah mengukir diatas
batu-batuan.
Terimakasih atas tugasmu yang mulia – menyerap air,
sehingga tidak ada air yang tergenang di daratan dan membanjiri tempat tinggal
kami dan jalan yang biasa kami lalui.
Terimakasih atas pengorbananmu telah menjadi satu-kesatuan
dengan rumah tempat tinggal kami, telah menguatkan dan menopang keberlangsungan
berdirinya rumah-rumah kami.
Terimakasih atas segala kebaikan dalam setiap jengkal
dirimu yang sangat berguna ini. Tiada keindahan tanpa ‘kehijauan’ dirimu yang
membawa kesejukan dan kealamian pada dunia ini.
Namun, maafkan kami - kaum manusia - yang tidak pernah bersyukur akan adanya
dirimu disekeliling kami. Yang telah banyak berjasa dalam menopang kehidupan
seluruh kaum mahkhluk hidup lainnya.
Maaf telah mengakhiri kehidupan indahmu demi memenuhi
hasrat keserakahan dalam diri kamu kami meraup pundi-pundi rupiah.
Maaf telah menggunakan jasamu secara berlebihan, namun
tidak kami manfaatkan dengan bijak.
Maaf atas ketidaksyukuran ini. Maaf atas segala keserakahan
kami. Maaf atas segalanya.
“Terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, atas
segala keberkahannya dan kuasanya memberikan kami kehidupan yang layak bersama
kalian, Pohon-pohon. Memberikan karunia dalam bentuk kesetaraan hidup dengan
makhluk lainnya di bumi ini, yang dengan bebasnya dapat menggunakan jasa
makhluk hidup lainnya. Namun, kami manusia terlalu serakah dengan hal itu. Kami
pergunakan dengan tanpa batasan yang seharusnya telah kami sadari sejak dulu.
Hingga akhirnya kondisi kalia menjadi seperti saat ini. sungguh tidak harus
dijelaskan kembali bukan ? Maafkan kami Ya Tuhanku, Ya Allah. Atas kerakusan
dan keserakahan serta ketidaksyukuran kami. Bukalah hati kami untuk kembali
membangun kehidupan yang damai dengan makhluk hidup lainnya. Hindarkanlah kami
dari ketandusan dunia maupun ketandusan hati, sehingga hal ini tidak akan
terulang kembali. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin. Terimakasih Ya Allah.
SELAMAT HARI POHON...
Tetaplah hijau dan bawa kesejukan ~

Tidak ada komentar:
Posting Komentar