Rabu, 06 Maret 2013


Pesan Suami

Pada suatu saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku.
Jika banyak makanan  tercecer dikala aku makan..
Jika aku mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri..
Sabarlah !
Kenanglah saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu segala hal yang kau perlu tahu.
Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali, jangan menghentikanku ! dengarlah aku !
Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan, beri aku waktu untuk mengingat, dan jika aku gagal melakukannya, jangan sombong dan memarahiku karena yang penting bagiku adalah....
Aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu.
Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku. Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak lapar.
Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya, bantulah aku.
Dan kala suatu saat nanti ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup, ketika aku ingin mati. Jangan marah. Karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti bahwa pada usia tertentu, kita tak lagi benar-benar “hidup”, kita hanya “tidak mati”.
Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa disemping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu. Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usiaku yang sudah bertambah tua. Kau harus ada di dekatku, mencoba mengerti bahwa hidupku adalah bagimu. Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran.
Satu hal yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu padaku.
Aku..
“menyayangimu istriku...”

-Suamimu-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar