Pesan Suami
Pada suatu
saat dikala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua, cobalah berlaku
sabar dan cobalah mengerti aku.
Jika banyak
makanan tercecer dikala aku makan..
Jika aku
mendapat kesulitan dalam mengenakan pakaianku sendiri..
Sabarlah !
Kenanglah
saat-saat dimana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu segala hal yang kau
perlu tahu.
Jika aku
mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali, jangan menghentikanku !
dengarlah aku !
Jika
terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti
pembicaraan, beri aku waktu untuk mengingat, dan jika aku gagal melakukannya,
jangan sombong dan memarahiku karena yang penting bagiku adalah....
Aku dapat
bersamamu dan dapat berbicara padamu.
Jika aku tak
mau makan, jangan paksa aku. Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tak
lapar.
Ketika
kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya,
bantulah aku.
Dan kala
suatu saat nanti ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup,
ketika aku ingin mati. Jangan marah. Karena pada saatnya nanti kau juga akan
mengerti bahwa pada usia tertentu, kita tak lagi benar-benar “hidup”, kita
hanya “tidak mati”.
Suatu hari
kelak kau akan mengerti bahwa disemping semua kesalahan yang aku buat, aku
selalu ingin apa yang terbaik bagimu. Kau tak usah merasa sedih, tidak
beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usiaku yang sudah
bertambah tua. Kau harus ada di dekatku, mencoba mengerti bahwa hidupku adalah
bagimu. Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan
cinta dan kesabaran.
Satu hal
yang membuatku harus berterimakasih padamu adalah senyum dan kecintaanmu
padaku.
Aku..
“menyayangimu
istriku...”
-Suamimu-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar