Rabu, 06 Maret 2013


Rangkaian Terimakasih untuk Istriku


Kau terlihat begitu letih..
Sebelum mataku terbuka melihat dunia, sebelum fajar mengajak kita bersujud, kau mencucikan pakaianku dan anak kita. Segelas kopi untukku tak pernah absen di meja makan kita yang sederhana. Kala mataku lelah bekerja membangun sebuah masa depan, kau rajin mengingatkanku untuk tak lupa berdoa.

Hari ini kau tampak begitu lelah..
Tapi, kau berupaya menyembunyikannya di depanku dan selalu seperti itu. Dan aku tak tega untuk berterus terang bahwa aku mengetahui kau kelelahan. Maka, biarkan tubuhku menjadi perebahan sejenakmu melepas penat sebelum aku berangkat kerja.

Hari ini kau tampak begitu payah..
Namun, tak pernah kudengar engkau mengeluhkannya. Yang ada, kau rajin bersenandung dikamar kecil kita tiap maghrib dengan lantunan ayat-ayat suci. Waktu istirahatmu telah tercuri untuk darma baktimu sebagai istri dan ibu.

Hari ini kau tampak begitu letih..
Tak jarang kau membuat masakan lezat kesukaanku. Tak jarang kau mengurusi  segala urusan rumah tangga kita sendirian. Tak jarang aku harus meninggalkanmu demi tugas. Tak jarang aku lebih memikirkan pekerjaan di kantor ketimbang meluangkan waktu bersamamu.
Saat ini kau tampak begitu letih. Selama bertahun-tahun kau setia mendampingiku dalam suka dan duka.

Wahai muslimah yang baik, istriku, saksikan hari ini aku sebagi laki-laki yang egois dan memikirkan diri sendiri untuk :
Menyampaikan rasa kagumku. Menyampaikan rasa maafku karena keteledoranku dan kebodohanku. Menyampaikan terimakasih tak terhingga atas pengorbananmu. Menyampaikan kebangganku sebagai suamimu. Tiada kata yang lebih layak kuucapkan selain puji dan syukur kepada Allah yang telah memilihkan pasangan hidup yang terbaik untukku.

Terimakasih istriku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar