Minggu, 20 Oktober 2013

Jejak Wanita #Part 2



Sebagai ibu, surga di bawah telapak kakinya…

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
(QS Luqman: 14)

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
(QS Al-Ahqaf: 15)

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS Al-‘Ankabuut: 8)

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
(QS Al-Israa’: 23-24)

“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?” Beliau berkata, “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya, “Kemudian siapa?”, tanya laki-laki itu. “Ibumu”, jawab beliau, “Kemudian siapa?” tanyanya lagi. “Kemudian ayahmu”, jawab beliau.”
(HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)

Hadits Mu’awiyah bin Jahimah, dimana beliau pernah mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya :
“Ya, Rasulallah. Aku ingin ikut dalam peperangan, tapi sebelumnya Aku minta pendapat Anda”. Rasulullah SAW bertanya,”Apakah kamu masih punya ibu?”. “Punya”, jawabnya. Rasulullah SAW,”Jagalah beliau, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua telapak kakinya”.
(HR. An-Nasai, Ahmad dan Ath-Thabarani — Sanad hadits ini oleh banyak ulama diterima sebagai hadits yang hasan, bahkan Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menyebutnya sebagai hadits shahih.)

Dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu.
“Arti : Dari Abdullah bin Mas’ud katanya, “Aku berta kpd Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah”
(Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9)

“Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya maka ia akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya mahkota yang sinarnya lebih terang daripada sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti, kalaulah sekiranya ada bersama kalian, maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkannya (Al-Qur’an)”
(HR Ahmad, Abu Daud, Al-baihaqi, dan Al-Hakim)

Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tua”
(Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152))


Para Wanita Yang Diabadikan Al-Qur’an

Ibunda Musa as. yang diabadikan dalam Surat Al-Qashash: 4-13. Sang pemilik keyakinan teguh atas rahmat Yang Kuasa hingga mengapungkan putranya di aliran Sungai Nil untuk menyelamatkannya dari kekejaman Fir’aun dan atas kuasaNya dipertemukan kembali dengan putranya yang kelak menjadi rasul Alloh.
Istri Imran yang diabadikan Alloh dalam Surat Ali-‘Imraan: 35-36. Istri Imran yang menazarkan anak dalam kandungannya menjadi anak yang shalih dan memohon perlindungan bagi anak dan keturunannya dari setan yang terkutuk.
Maryam, Ibunda Isa as. yang diabadikan dalam Surat Ali-‘Imran: 37-38 serta Surat Maryam: 16-30 tentang pengasuhannya oleh Nabi Zakariya hingga melahirkan Isa yang tidak berayah dan kelak menjadi seorang rasul.
Sarah, istri Nabi Ibrahim as, ibu dari Nabi Ishaq as. dalam Surat Huud: 69-73 tentang para malaikat yang mengabarkan kelahiran Ishaq as. padahal saat itu Nabi Ibrahim dan Sarah sudah berusia lanjut.
Hajar, istri Ibrahim as. ibu dari Nabi Ismail as. dalam Surat Ibrahim: 37 tentang doa Nabi Ibrahim ketika hendak meninggalkan Hajar dan Ismail di padang tandus. Doanya agar mereka mendirikan shalat, mendapat bantuan dari orang-orang dan mendapatkan rizki yang cukup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar