Karena Kau Begitu Istimewa
Wanita, ketika tidak bekerja di ranah publik, bukanlah karena ketidakmampuannya maupun keterkungkungan, melainkan karena ia sadar bahwa perannya lebih dari sekedar penghasil materi atau pengejar aktualisasi. Ialah yang melahirkan kemanusiaan dan membesarkan generasi pembangun peradaban.
Bersyukurlah wahai wanita, yang mengikhlaskan dirimu menjadi pintu surga…”
Luar biasa bukan, bagaimana Allah SWT dan Rasulullah saw memuliakan wanita? Pun, ini baru perannya dalam ranah domestik. Belum lagi jika kita menilik fakta sejarah dan pendapat para ulama tentang peran-peran wanita yang dimuliakan dalam Islam. Contoh nyata ialah Ibunda ‘Aisyah r.a. sang humairaa kesayangan Rasulullah saw yang menguasai bidang keilmuan (Al-Qur’an, hadits, fiqh, qiyas serta prinsip-psinsip ijtihad) yang bisa disejajarkan dengan ilmu para sahabat. Di samping itu, bidang kedokteran, sejarah, retorika dan sastra pun beliau kuasai. Selain beliau, Ibunda Khadijah r.a., kekasih pertama Rasulullah saw yang bisa diteladani dalam bidang perniagaan sebagai seorang international business woman yang merelakan segenap harta dan jiwanya demi membela keyakinannya akan diinulloh. Ada pun Ummu Ammarah, Nusaibah binti Ka’ab r.a yang turut angkat sejata dan memberikan air minum kepada tentara Islam dalam Perang Uhud dan Yamamah, yang mendapat sayatan pedang karena menjadikan raganya sebagai tameng Rasulullah dari musuh yang hendak membunuh beliau atau Asma’ binti Abu Bakar yang mengantarkan perbekalan untuk ayahnya dan Rasululloh saw di kala mengandung. Bekal ini diantarkannya berjalan kaki ke Gua Tsur yang letaknya di atas gunung setiap sore. Ia mengenakan dua ikat pinggang. Yang satu untuk membopong bekal dan yang lain untuk menahan perutnya agar tak keguguran. Tak heranlah jika Rasululloh bersabda, “Sesungguhnya ia telah memiliki dua ikat pinggang di surga”. Sungguh besar kekuatan yang Allah anugerahkan kepada makhluk bernama wanita ini.
Sungguh indah jika kita benar-benar memahami fitrah kita sebagai wanita. Wanita, ketika memilih perannya di ranah domestik maupun ranah publik (sosial kemasyarakatan, privat maupun pemangku wewenang) berlandaskan niat yang lurus sebagai hambaNya, kesadaran yang matang akan kondisi diri maupun sekitarnya, kompetensi yang mumpuni dalam bidangnya, serta prioritas amal yang dipilih dengan bijaksana. InshaAllah kita akan menjadi sebaik-baik perhiasan… InshaAllah para bidadari surga pun akan cemburu padamu… Wallahua’lam bish shawab.
Sungguh indah jika kita benar-benar memahami fitrah kita sebagai wanita. Wanita, ketika memilih perannya di ranah domestik maupun ranah publik (sosial kemasyarakatan, privat maupun pemangku wewenang) berlandaskan niat yang lurus sebagai hambaNya, kesadaran yang matang akan kondisi diri maupun sekitarnya, kompetensi yang mumpuni dalam bidangnya, serta prioritas amal yang dipilih dengan bijaksana. InshaAllah kita akan menjadi sebaik-baik perhiasan… InshaAllah para bidadari surga pun akan cemburu padamu… Wallahua’lam bish shawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar